Apa yang Kita Kejar di Tahun 2018 ?

Ps. Ir. Lokky S. Tjahja

Tanpa kita sadari waktu berlalu sangat cepat dan banyak hal yang terjadi. Dunia semakin memerlihatkan kekuatannya, misalnya kabar pertempuran, peperangan, perselisihan, dan lain-lain. Yang membuat keadaan dunia semakin kacau. Karena itu, apakah kita tetap menaruh pengharapan kepada dunia? Jika ya, maka artinya kita tidak percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Dan, itu merupakan kebodohan. Dunia tidak bisa memberikan janji untuk memeroleh kehidupan kekal. Sebab, dunia sedang menuju kepada kehancuran yang tidak bisa terbayangkan.

Apa yang kita kejar di tahun 2018?

Sebagian orang tidak memedulikan keadaan daan situasi yang sedang terjadi sekarang ini. Dan, menganggap sebagai hal yang biasa. Juga sebagian orang beranggapan, bahwa hari demi hari kehidupan yang dijalani semakin sulit, sehingga mengalami ketakutan dan kehilangan damai sejahtera. Hal apa yang akan kita kejar di tahun 2018? Apakah uang (mammon) atau Tuhan? Jika uang, kekayaan, kemegahan (mammon) yang menjadi harapan dan tumpuan sebagai orang percaya; maka semuanya akan hancur. Sebab, keadaan dan kondisi dunia yang saat ini kita tempati dan tinggali, tidak bisa memberikan jaminan dan harapan. Seharusnya, kita lebih memilih Tuhan, yaitu tetap percaya dan menaruh pengharapan hanya kepada-Nya. Karena itu, kita harus mengerti rencana Tuhan di dalam kehidupan kita. Selalu bertanya kepada Tuhan untuk segala hal yang akan kita lakukan dan kerjakan.

Hal-hal fana (Ams. 23:4-5)

Fokus kehidupan sebagai orang percaya seharusnya tidak kepada kekayaan, kedudukan, popularitas, dan lain-lain. Tinggalkan niat untuk memperkaya diri dan memuaskan keinginan daging. Tuhan menginginkan untuk kita bisa meninggalkan hal-hal tersebut. Sebab, semua hal tersebut akan berlalu dan hanya sementara (Ams. 23:5). Ada banyak contoh kisah yang terjadi di sekitar kita, yaitu seseorang yang menggumpulkan banyak uang, tetapi tidak bisa menikmati. Jika kita masih terfokus terhadap hal-hal tersebut, maka kecenderungan hati kita pasti melekat kepada dunia.

Tetap berpegang teguh kepada setiap kebenaran-kebenaran-Nya dan menaruh pengharapan hanya kepada Tuhan, akan membuat kita kita mengerti rencana Bapa. Roh Kudus akan memberikan hikmat kepada kita untuk bisa mengelola dan mengatur harta kekayaan yang Tuhan percayakan kepada kita. Hikmat-Nya akan memimpin kita melakukan hal-hal yang sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya. Kita bisa membaca situasi zaman, sehingga dapat bertindak sesuai dengan kebenaran firma-Nya. Memiliki kehidupan yang bisa menjadi saksi dan berkat bagi orang-orang yang ada di sekitar; melalui kepintaran, talenta, kekayaan, harta, dan lain-lain yang Tuhan percayakan dengan kesetiaan. Memberitakan dan menyatakan kebenaran, supaya semakin banyak orang diselamatkan dengan mendengar kebenaran yang sudah kita alami. Sehingga, nama Tuhan semakin dipermuliakan di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya.

Di mana fokus kita?

  1. Mengejar perdamaian dan kekudusan (Ibr. 12:14)

Kekudusan di mata dunia sangat tidak penting. Sebab, akan dinilai ketinggalan zaman. Bahkan, gereja, pembimbing rohani, dan hamba Tuhan sudah mulai jarang untuk memberitakan tentang kekudusan. Yang sering diberitakan hanya membahas tentang kekayaan, harta melimpah, dan lain-lain. Sehinga, bangku-bangku di gereja akan penuh dan memenuhi target yang sudah direncanakan.

Hal yang sangat langka untuk ditemui, adalah tentang kekudusan. Firman Tuhan mengajar dan memerintahkan kepada kita untuk mengejar perdamaian dan kekudusan dengan semua orang, supaya kita bisa melihat Tuhan. Karena itu, selalu jalin hubungan bersama dengan Tuhan, merenungkan dan mempraktikkan setiap kebenaran firman-Nya. Hal inilah yang harus menjadi tujuan hidup kita sebagai orang percaya. Tidak gampang untuk memraktikkan kebenaran firman Tuhan untuk mengejar perdamaian dan kekudusan. Misalnya, tidak berkompromi sedikit pun terhadap dosa. Sehingga, Tuhan memberikan Roh Kudus untuk tetap memimpin kita. Dan, kita tetap berada di dalam jalan-jalan Tuhan. Jika kita bisa menjaga untuk tetap kudus dan disucikan sebagai mempelai Tuhan, maka menjelang kedatangan Tuhan; kita dilayakkan untuk berjumpa dengan Bapa.

  1. Mengejar keadilan, iman, kasih, dan damai sejahtera (2 Tim. 2:22)

Memilih komunitas atau kumpulan orang-orang yang mencari Tuhan dengan hati yang murni tanpa ada motivasi yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Motivasi untuk mengejar keadilan, iman, kasih, dan damai sejahtera. Sebab, hal tersebut sangat berdampak bagi kita sebagai anak Tuhan. Hal ini merupakan suatu pilihan dan ketetapan bagi orang yang bijak dan berhikmat dalam menghadapi dunia yang semakin hari semakin jahat dan kacau.

Kesimpulan

Apa yang akan kita kejar di tahun 2018? Mengejar mammon atau Tuhan? jika kita mengejar mammon, maka kita akan menuju kepada kehancuran. Sebaliknya, jika kita mengejar Tuhan, maka kita akan menaati dan memraktikkan setiap kebenaran firman-Nya. Supaya, kita bisa mengalami janji-janji Tuhan.

Posted on January 16, 2018 in Sermon

Share the Story

Back to Top