Atmosfer Akhir Zaman

Ps. Ir. Lokky S. Tjahja

Kita tahu bahwa hari-hari yang sedang kita lewati saat ini, merupakan akhir dari akhir zaman. Dan, iblis semakin bergerak lebih cepat untuk membuat anak-anak Tuhan keluar atau kehilangan kehendak dan rencana Bapa. Saat-saat ini kita sedang berada di atmosfer dari akhir zaman, walaupun antikris masih belum berkuasa dan menyatakan dirinya. Karena, masih ada yang sedang menahan (2 Tes. 2:6). Keadaan yang menekan dan terjadi di dalam kehidupan kita saat ini, dibandingkan saat antikris berkuasa; tidak ada apa-apanya. Sebab, saat antikris berkuasa; dia akan menyiksa atau menganiaya di luar dugaan dan pemikiran kita. Antikris bisa melakukan hal-hal tersebut oleh karena iblis (Satan) yang memberikan kuasa dan kekuatan tersebut (Why. 13:2).

Antikris belum menyatakan dirinya (2 Tes. 2:6-8)

Antikris saat ini belum menyatakan dirinya, tetapi dia sudah mengaum-ngaum dan suaranya sudah terdengar. Suaranya aumannya menandakan bahwa dia sangat ingin untuk menyiksa semua anak-anak Tuhan (orang percaya). Selama antikris masih belum berkuasa dan menyatakan dirinya, artinya masih ada waktu untuk anak-anak Tuhan lebih memacu diri semakin dekat dengan Tuhan. Sehingga, bisa terluput dari masa antikris berkuasa. Sekitar 3,5 tahun antikris akan diberi kuasa dan kekuatan dari satan untuk menyiksa, dan menganiaya.  Dan, hal seperti itu belum pernah terjadi di bumi.

Kedatangan antikris dengan disertai dengan rupa-rupa perbuatan ajaib palsu (2 Tes. 2:9-10)

Perbuatan-perbuatan ajaib palsu antikris akan dimulai saat ini sampai dia berkuasa nantinya. Contohnya, kesembuhan ilahi dan mujizat-mujizat palsu. Jika kita terbiasa dengan hal-hal tersebut, maka tanpa disadari kita sudah terkena tipu daya iblis. Sehingga, sangat mudah bagi iblis untuk menipu kembali. Iblis bisa melakukan mujizat atau kesembuhan ilahi, seperti yang Tuhan Yeshua lakukan. Namun, ada perbedaan yang nyata, bahwa mujizat Tuhan dapat menjadikan seseorang bertobat dan berubah dari kehidupan lama (berdosa) menjadi kehidupan yang baru. Sedangkan iblis, justru membuat seseorang menjadi lebih jahat (mementingkan diri sendiri, sombong, arogan, dll.

Menerima dan mengasihi kebenaran (Yoh. 17:17)

Orang-orang yang menolak dan mengasihi kebenaran akan mudah terseret atau terjebak dengan tipu daya iblis. Karena, lebih menyukai hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran (menyenangkan dan memuaskan keinginan daging). Sebaliknya, orang-orang yang mengasihi Tuhan akan terus memegang dan mempraktikkan firman-Nya. Karena itu, jangan menjadikan firman Tuhan hanya sebatas untuk pengetahuan kita.

Saat kita sudah mendengar kebenaran (firman-Nya), tindakan kita adalah taat dan minta Roh Kudus untuk memampukan kita mempraktikkan firman-Nya. Kita harus melatih ketaatan kita untuk mempraktikkan firman-Nya, supaya kita bisa mengalami kuasa kebenaran firman-Nya.

Menjadi prajurit yang baik (2 Tim. 2:3)

Menjadi prajurit yang baik di dalam Tuhan, artinya siap menderita karena kebenaran. Kita harus terus mengajarkan dan memberitakan kebenaran (firman-Nya) kepada semua orang, tanpa kompromi sedikit pun. Meskipun kita akan mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan (dikucilkan, dihina, dicaci maki, dll). Menjadi orang percaya juga harus menjadi prajurit Tuhan yang baik. Jika kita menjadi seorang prajurit Tuhan, maka harus tetap siap atau siaga dalam keadaan apa pun.

Menjadi prajurit Tuhan yang baik, berarti mengambil sikap untuk lebih mengutamakan Tuhan dibandingkan apa pun di dunia. Mengutamakan dan menyenangkan Tuhan sebagai prajurit yang baik, juga meninggalkan hal-hal yang tidak menyenangkan dan tidak berkenan di hati Tuhan. Contohnya, saat ibadah, pikiran dan hati kita hanya berfokus kepada Tuhan; tidak bermain gadget. Jika kita hanya mencari perkara-perkara dunia dan mengurangi kualitas ibadah kita kepada Tuhan, maka artinya kita belum menderita sebagai prajurit yang baik.

Prajurit tidak memusingkan dirinya (2 Tim. 2:4)

Bergantung dan berharap hanya kepada Tuhan merupakan tindakan prajurit yang tidak memusingkan dirinya. Tidak khawatir, takut, atau bimbang; dapat menjadikan kita sebagai prajurit yang hidupnya tidak berfokus kepada perkara-perkara dunia. Namun, berfokus pada apa yang menjadi kehendak dan rencana-Nya di dalam kehidupan kita. Jangan pernah menyerah dengan keadaan atau situasi yang menghimpit dan seolah tidak bisa berbuat apa. Serahkan semua keadaan kehidupan kita kepada Tuhan. Bergantung dan berharap kepada Tuhan harus disertai dengan penyerahan total kepada Tuhan. Jika berjalan untuk melakukan kehendak dan rencana Tuhan, maka kita akan mengalami dengan nyata kuasa penyertaan-Nya di dalam kehidupan kita. Sehingga, nama-Nya semakin dipermuliakan di dalam kehidupan kita. Dan, pengalaman bersama dengan Tuhan yang kita alami bisa tampak serta menjadi berkat bagi orang-orang yang berada di sekitar kita.

Kesimpulan

Atmosfer akhir zaman sedang kita alami, tetapi sikap dan tindakan kita sebagai anak-anak-Nya adalah tetap berjaga-jaga terhadap tipu daya si jahat. Lebih lagi untuk menerima dan mengasihi kebenaran firman, serta menjadi prajurit yang tidak memusingkan diri sendiri.

Posted on August 31, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top