BELAJAR DARI KESALAHAN PARA TOKOH ALKITAB

Oleh :

Ps. Lokky S.Tjahja

Para tokoh Alkitab merupakan hamba-hamba Tuhan yang dipakai oleh Tuhan dengan luar biasa. Namun, mereka ternyata tidak luput dari kesalahan-kesalahan yang memengaruhi kehidupannya. Kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat menjadi bahan pelajaran bagi kita agar dalam menjalani kehidupan senantiasa berhati-hati dan berjalan sesuai kehendak Tuhan.

MUSA (Ul. 34:4)

adalah seorang tokoh yang luar biasa bahkan disebut sebagai gambaran dari Tuhan Yeshua yang akan datang. Musa adalah seorang yang setia melakukan kehendak Tuhan. Pada zaman Musa, bangsa  Mesir menerima tulah dari Tuhan. Salah satunya tulah kegelapan sehingga orang-orang Mesir tidak bisa melihat apa-apa, tetapi orang Israel tetap memeroleh pertolongan Tuhan dan dilepaskan dari Mesir untuk masuk tanah perjanjian.

Ini memberi pelajaran bahwa seberat apa pun persoalan kita, tetaplah percaya bahwa janji Tuhan tinggal selangkah lagi digenapi. Namun ternyata Musa malah tidak diperkenankan masuk tanah Kanaan, karena kesalahan yang dia lakukan. Bilangan 20: 7-12 menjelaskan bahwa kesalahan yang dilakukan Musa adalah tidak mengikuti perintah Tuhan untuk berbicara kepada bukit batu supaya mengeluarkan air. Namun, Musa justru memukulkan tongkatnya ke bukit batu. Dan, memang akhirnya air keluar dari bukit batu dengan ajaib.

Musa melakukan itu, karena jengkel dengan orang-orang Israel. Namun, hal itu merupakan kesalahan di mata Tuhan, yang dianggap tidak percaya dan tidak menghormati Tuhan. Orang-orang Israel membuat kesal Musa bahkan membuat hatinya pahit. Sehingga, ini membuat Musa menjadi teledor dengan kata-katanya (Mazmur 106: 33)

GIDEON

Adalah seorang yang luar biasa. Mulanya dia adalah seorang penakut, tetapi akhirnya menjadi pahlawan bagi bangsanya. Dia mengalahkan ribuan musuh dengan senjata obor yang sederhana.

Setelah mengalami kemenangan dan berada pada masa damai, Gideon melakukan kesalahan di mata Tuhan. Gideon membuat Efod dan menyuruh orang Israel untuk menyembah Efod (Hak 8: 27).

Ini memberikan pelajaran kepada kita agar berhati-hati, bila berada dalam zona kenyamanan, jangan sampai yang sudah kita lakukan atau peroleh; misalnya rumah, mobil, karier yang bagus, dan lain-lain akan menjadi berhala bagi kita, seperti halnya Gideon yang menjadikan Efod sebagai “tuhan”.

IMAM ELI (1 Sam 3: 12-13 )

Kesalahan yang dilakukan oleh Imam Eli adalah dia tidak memarahi anak-anaknya yang menghujat Elohim. Memang Eli menasihati anak-anaknya, tetapi dia tidak memarahi mereka. Sikap ini yang tidak berkenan di mata Tuhan. Padahal kita tahu kesalahan anak-anak Eli sudah di luar batas. Contohnya, mereka memakan korban yang seharusnya untuk Tuhan dan bagi Tuhan ini artinya memandang rendah korban Tuhan (1 Sam 3: 13-17).

Kita belajar untuk tidak hanya menasihati anak-anak kita, tetapi juga memarahi mereka, bila melakukan kesalahan atau dosa. Namun, jangan sampai amarah belum padam saat matahari terbenam.

RAJA SAUL

Sedianya Tuhan akan mengokohkan kedudukan raja Saul, tetapi karena kesalahan yang telah dibuatnya, kedudukan Saul tidak bertahan lama. Kesalahan yang dilakukan oleh Saul adalah tidak setia kepada Tuhan, tidak berpegang teguh pada ketetapan Tuhan, dan meminta petunjuk kepada arwah (1 Taw 10:13).  Ketika, Saul disuruh menunggu sampai Samuel datang, dia tidak sabar dan tidak setia, lalu dia bertindak memersembahkan korban, yang bukan tugasnya (1 Sam 13 :13-14 ).

Juga, saat Tuhan menyuruhnya untuk menumpas semua binatang dan orang  Amalek, Saul justru mengambil kambing domba yang terbaik untuk dijarah. Ini merupakan kesalahan di mata Tuhan, karena dia tidak menaati perintah Tuhan (1 Sam 15: 20-21)

 

KESIMPULAN

Para tokoh di atas merupakan hamba-hamba Tuhan yang dipakai Tuhan dengan luar biasa. Namun ternyata dalam kehidupannya, mereka tidak berhati-hati dalam perkataan, dalam kesetiaannya kepada Tuhan maupun ketaatannya kepada perintah Tuhan. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita agar tidak melakukan kesalahan yang sama.

Posted on November 24, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top