Don’t Take My Blessing

Ps. Ivan Sebastian

Saat menjalani kehidupan di dunia, kita akan selalu menghadapi tantangan dan masalah. Kita tahu tentang kisah tentang Esau yang menjual hak kesulungannya kepada Yakub karena semangkuk sup kacang merah. Juga, tentang Ribkah yang punya rencana untuk menyuruh Yakub menyamar menjadi Esau sebab Ishak sudah sangat tua dan ingin memberikan berkat bagi anak-anaknya. Hingga, akhirnya kita berpikir bahwa tindakan Yakub adalah perbuatan yang salah dan Ribkah, sebagai ibu, lebih membela Yakub. Karena itu, mari kita baca kembali dan gali lebih dalam kisah ini.

Fakta-fakta dalam kisah Esau dan Yakub

  1. Ribkah menggambarkan kebaikan hati, ‘chesed’ (Kejadian 24:14)

Versi Literatur menuliskan, “… dan melalui dia, aku tahu bahwa engkau menunjukkan kebaikan kasih (chesed) dengan tuanku.” Ini adalah perkataan Eliezer, hamba Abraham yang diutus untuk mencari jodoh bagi Ishak. Strong Bible menjelaskan tentang “chesed” yang berarti kebaikan, anugerah, kasih setia, keindahan, murah hati. Jadi, “chesed” adalah karakter kebaikan yang tampak dalam perbuatan. Ketika itu, Eliezer bertemu dengan Ribkah dan meminta minum. Dan, Ribkah tidak hanya memberi minum Eliezer, tetapi juga seluruh unta-untanya. Ribkah menunjukkan kebaikan (chesed) kepada orang lain, juga binatang.

Lalu, benarkah pandangan kita tentang Ribkah bahwa dia adalah ibu yang pilih kasih? Hal ini tampak tidak masuk akal, bila kita lihat bagaimana Ribkah berbelas kasih kepada Eliezer (bukan keluarganya) dan unta-unta; terlebih Esau dan Yakub adalah anak-anak yang dikandungnya.

  1. Ishak adalah anak perjanjian

Abraham memiliki dua anak, yaitu Ismael (sulung) dan Ishak. Bahkan, Abraham pernah berdoa kepada Tuhan supaya perjanjian Tuhan diberikan kepada Ismael karena dia adalah anak sulung. Namun, Tuhan memilih memberikannya kepada Ishak untuk melanjutkan perjanjian Tuhan dengan Abraham. Kita tahu bahwa Ishak berani menghadapi dan menaati perintah Tuhan, meskipun harus kehilangan nyawanya.

  1. Esau telah menjual hak kesulungannya

Sebelumnya, kita bersimpati kepada Esau karena menganggapnya sebagai sosok yang ditipu oleh Yakub. Padahal, kita harus tahu bahwa Esau sudah menjual hak kesulungannya dan menganggap remeh hak kesulungan itu, sebelum peristiwa sup kacang merah. Jadi, artinya Esau sudah tidak memiliki hak kesulungannya.

Awal kisah Esau dan Yakub

Kita tahu bahwa beberapa nenek moyang bangsa Israel yang perempuan tidak bisa punya anak. Namun, Tuhan mendengarkan doa mereka sehingga Tuhan membuka kandungannya (contohnya, Hana, Elisabet, dll). Begitu juga dengan Ribkah. Tuhan menjawab doanya dengan membuka kandungannya dan Ribkah mengandung anak kembar (Esau dan Yakub). Sejak dalam kandungan kedua anak ini sudah bertengkar, bahkan dicatat di Kitab Yasher bahwa Ribkah mengalami stress karena kesakitan bila kedua anak dalam kandungan bergulat (Kejadian 25: 22-23). Nubuatan Tuhan itu dipegang oleh Ribkah

  1. Kejadian 25: 27-28

Versi literatur menuliskan, “dan anak-anak muda itu bertumbuh, Esau menjadi sosok yang mengerti tentang berburu, orang yang ada di lapangan, sedangkan Yakub adalah orang yang tidak bersalah, tinggal di dalam tenda-tenda (merujuk pada tenda Shem dan Eber untuk belajar Torah). Dan, Ishak mengasihi Esau karena dia suka daging buruan yang ada di mulutnya.”

Komentar Rashi, “Esau adalah orang yang mengerti tentang berburu, artinya dia tahu caranya untuk menjebak dan menipu –bahkan ayahnya (Misalnya, Esau bersikap baik di depan Ishak, tetapi bersikap berbeda di sisi yang lain. Esau tampak seolah-olah orang yang rohani di hadapan Ishak). Esau bertanya tentang memberi perpuluhan dari garam dan jerami, sehingga Ishak akan berpikir bahwa Esau adalah orang yang rohani. Sedangkan Yakub, adalah orang yang tidak bersalah. Yakub tidak ahli dalam hal-hal seperti itu (menipu dan menjebak).Apa yang ada di hatinya, itu yang keluar dari mulutnya. Orang yang tidak biasa menipu dan tidak bersalah (Namun, banyak orang Kristen justru menilai bahwa Yakub adalah si penipu). Dan, ‘yang di mulut Ishak’ dalam interpretasi Midras orang Yahudi adalah dengan mulutnya (Esau) menipu dan menjebak Ishak dengan kata-katanya (bermulut manis).”

  1. Kejadian 25: 32-34

Komentar Rashi, “Esau berkata bahwa dia akan segera mati. Saat itu terjadi percakapan antara Esau dan Yakub. Yakub menjelaskan bahwa saat beribadah (membawa persembahan) kepada Tuhan, bila tidak berkenan di hadapan Tuhan, akan mati. Dan, Yakub mengatakan bahwa itu adalah tugas Esau sebagai anak sulung untuk membawa persembahan. Esau pun merasa tidak perlu hak kesulungan itu sebab nanti dia bisa mati (dia sadar bahwa hidupnya tidak benar).” Artinya, Esau meremehkan pelayanan (ibadah) kepada Tuhan yang Mahamulia. Dia merendahkan konsep melayani dan beribadah kepada Tuhan. Esau lebih mementingkan dirinya sendiri dan hal-hal materi (sup lentil). Inilah pribadi Esau (baca juga Kejadian 26:34 bahwa istri-istri Esau menimbulkan kepedihan hati Ishak dan Ribkah). Namun, Ishak tetap mengasihi Esau (Kejadian 27:1-3).

  1. Kejadian 27: 4-7

Ribkah tahu bahwa Ishak mengasihi Esau, tetapi Ribkah tidak tertipu oleh mulut manis Esau. Karena, Ribkah pernah tinggal di tengah-tengah keluarga yang menipu (ingat kisah Laban) sehingga dia tahu membedakan mana yang tulus dan munafik dari sikap Esau. Mungkin Ribkah sudah memeringatkan Ishak tentang kemunafikan Esau, tetapi tidak berhasil. Sehingga, akhirnya Ribkah memutuskan untuk menyuruh Yakub menyamar menjadi Esau.

  1. Kejadian 27: 15, 27

Baju itu sangat berharga bagi Esau, sehingga dia menaruhnya di rumah Ribkah. Kitab Yasher menceritakan bahwa Esau yang membunuh Nimrod. Nimrod adalah orang yang memiliki baju Adam sehingga dia menjadi raja yang berkuasa. Karenanya, baju itu sangat berharga bagi Esau. Dan, Ribkah memakaikan baju itu pada Yakub. Saat Yakub datang ke Ishak, dia mengenali aroma baju itu (aroma Taman Eden), lalu Ishak memberkati Yakub (ayat. 27).

Berkat untuk Yakub (Kejadian 27: 28-29) dan Esau (ay. 39-40)

Versi Literatur menuliskan bahwa Ishak juga memberkati Esau dengan berkat yang sama (supaya tanah yang digarap menjadi gemuk dan diberkati dengan embun dari surga). Bedanya, Ishak melanjutkan berkatnya, “engkau akan hidup oleh pedangmu dan akan melayani saudaramu …” Tidak ada berkat perjanjian (berkat Abraham) yang diberikan Ishak. Lalu, kapan berkat perjanjian diberikan? Kejadian 28: 1-4. Ishak menyimpan berkat perjanjian ini dari awal dan akan diberikan kepada Yakub (bandingkan Kejadian 27:33-36). Saat percakapan dengan Esau, Ishak sadar bahwa yang berhak dan pantas untuk mendapat berkat Abraham (berkat perjanjian), adalah Yakub.

KESIMPULAN

Yakub tidak pernah merampas hak kesulungan Esau, tetapi Esau yang menganggap remeh hak itu. Kita jadi tahu karakter sebenarnya dalam kisah ini (bandingkan Roma 9:11-14 dan Ibrani 12: 16-17). Bukan tentang sepiring makanan, melainkan Esau sudah meremehkan Tuhan. Sebab, Esau tidak mengambil kesempatan untuk bertobat. David Stern menuliskan komentarnya, “Tidak ditemukan implikasi, baik yang ditulis di sini (dalam Kitab Ibrani) maupun di Kitab Kejadian bahwa Esau tidak sungguh-sungguh bertobat dari jalannya yang salah. Dia menangis meraung-raung karena merasa egonya diinjak-injak.”

Esau fokus pada diri sendiri dan materi sehingga akhir hidupnya dia kehilangan segalanya. Sedangkan Yakub, adalah orang yang mengutamakan Tuhan, mau mencari Tuhan dnegan segenap hati, dan mau belajar jalan-jalan Tuhan. Akhir hidupnya, Yakub mendapatkan segalanya. Tidak hanya berkat perjanjian, tetapi juga berkat untuk Esau (baca Matius 6:33). Karena itu, kita tidak akan pernah bisa melihat Tuhan, selama kita hanya fokus pada diri sendiri.

Posted on November 15, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top