Dosa Akhir Zaman

Mrs. Lokky S. Tjahja

Kita semua pasti menginginkan berkat, penyertaan, pemeliharaan, dan kekuatan dari Tuhan. Semuanya itu bisa kita dapatkan bila kita tinggal di dalam firman dan taat pada perintah-perintah-Nya. Dan, kita hidup di dalam kebenaran firman-Nya. Tanpa perlu kita meminta, Tuhan sudah sediakan. Kita juga meminta Tuhan melawat kita. Lawatan yang seperti apa, yang kita inginkan? Kebanyakan dari kita berpikir bahwa lawatan Tuhan, seperti tiupan angin yang keras yang membuat kita rebah dan mendengar suara Tuhan dengan nyata. Seharusnya, kita merindukan hadirat Roh Kudus. Sebab, Dia hadir untuk menempelak dosa, mengingatkan tentang hari penghakiman, membawa pertobatan, dan kesadaran akan dosa. Saat Tuhan bertahta, kita akan dibawa kepada kekudusan yang lebih lagi. Orang yang mengerti firman Tuhan, akan memiliki hidup yang takut Tuhan dan tidak hidup sembarangan. Biarlah hal-hal itu yang menjadi kerinduan hati kita.

Dan, tahun yang baru ini, visi yang Tuhan berikan adalah setia dalam segala hal. Artinya, meskipun melewati hal-hal yang nyaman ataupun menderita, kita harus tetap setia. Dan, itu bukanlah hal yang mudah. Karena, kita punya lawan yang akan membuat kita tidak setia pada Tuhan. Tipu dayanya begitu banyak.

Tipu daya mammon

Mammon adalah suatu ujian bagi kita. Bila kita dilimpahi berkat, kenikmatan, kemewahan, dan kenyamanan; apakah kita akan tetap setia kepada Tuhan? Kebanyakan, orang yang tidak punya uang bisa setia kepada Tuhan, tetapi bila punya banyak uang; hatinya berubah. Kitab Amsal menasihatkan saat harta kita bertambah, hati kita jangan berubah. Setan memakai hal ini untuk menjatuhkan banyak anak Tuhan, termasuk hamba-hamba Tuhan. Karena itu, kita perlu berjaga-jaga. Kemurahan hati adalah hal yang bisa melepaskan kita dari mammon.

Tipu daya nafsu seks

Ini adalah hal berikut yang harus kita waspadai dan menghalangi kita taat pada Tuhan. Sebab, hal ini sudah semakin merajalela di dunia bahkan anak-anak Tuhan juga ikut di dalamnya. Biarlah kita berdoa supaya kita bisa dilepaskan dari yang jahat. Pornografi bisa merusak segala hal, tidak hanya fisik (bagian otak yang penting) bahkan termasuk keluarga. Penelitan juga sudah membuktikan bahwa orang yang suka menonton pornografi akan merusak bagian otak (PFC-Pre Frontal Cortex). Saat ini banyak orang terikat dengan pornografi, bahkan anak-anak kecil sudah mengerti tentang seks.

Banyak orang beranggapan bahwa mengumbar nafsu seks bukan dosa. Kita lihat banyak hamba Tuhan dan pelayan Tuhan jatuh karena mengumbar nafsu seks. Seolah mengumbar nafsu adalah hal lumrah. Karena itu kita perlu tahu, apa yang Tuhan kehendaki?

Kisah Adam dan Hawa

Sebuah literatur Yahudi menuliskan tentang kisah Adam dan Hawa setelah mereka jatuh dalam dosa. Kita juga tahu bahwa ada perintah-perintah Tuhan tentang nafsu seks bahwa persetubuhan dapat menajiskan sesorang (Imamat 15:16-18, bandingan Keluaran 19: 14-15). Tuhan memang menciptakan seks, tetapi saat manusia jatuh ke dalam dosa; semua aspek itu dirusak oleh dosa.

Literatur Yahudi menceritakan bahwa selama Adan dan Hawa di Taman Firdaus, mereka belum melakukan hubungan seks. Namun, saat mereka keluar dari Taman Firdaus (yang tadinya adalah tubuh kemuliaan) menjadi berubah. Contohnya, ketika Adam merasakan kesakitan saat hendak BAB, dia tidak tahu harus bagaimana karena selama di Firdaus tidak pernah ada rasa sakit. Bahkan, Adam melihat tubuhnya seperti binatang sebab kemuliaan-Nya hilang. Setelah, mereka keluar dari Firdaus pun, Adam dan Hawa lebih banyak berdoa dan menangis kepada Tuhan karena kehilangan semua yang indah dan mulia di Taman Firdaus. Dan, setan berusaha terus untuk menipu untuk membuat mereka keluar dari rencana Tuhan.

Setelah tujuh bulan tiga belas hari, Adam dan Hawa keluar; setan datang dengan menyamar sebagai malaikat. Setan mengatakan bahwa Tuhan memerintah Adam untuk beranak cucu dan berkembang biak, serta menyarankan untuk menikahi Hawa. Ide ini menganggu pikiran Adam dan membuatnya takut, sebab dia tahu itu setan yang datang. Berikutnya, saat Adam dan Hawa sedang duduk-duduk di tepi sungai, setan muncul lagi dengan sebuah drama. Setan muncul sebagai suami, istri, dan anak-anak. Pikiran-pikiran itu pun masuk dalam diri Adam. Hasrat itu mulai muncul dalam diri Adam dan menganggunya. Lalu, Adam datang kepada Tuhan dengan berpuasa untuk mencari kehendak-Nya. Tuhan berfirman bahwa inilah yang Tuhan kehendaki yaitu Adam selalu bertanya-tanya pada Tuhan, sebab iblis selalu punya banyak tipu muslihat. Dan, Tuhan memberikan pengarahan dan petunjuk kepada Adam tentang hal menikahi Hawa. Sebalum, mereka melakukan hubungan intim untuk yang pertama kali, Adam dan Hawa berpuasa selama 40 hari 40 malam. Jadi, hubungan seks tidak boleh diumbar sebarangan dengan siapa saja.

Perintah Tuhan (Kejadian 2: 24, Efesus 5: 31-32)

Artinya, hubungan seks akan membuat seseorang menjadi satu daging dengan orang itu (bandingan 1 Korintus 6: 15-20). Jadi, seks di hadapan Tuhan bukan sesuatu yang main-main dan bisa diumbar. Kita perlu ingat bahwa setan juga bisa menyusup pada hubungan seks (Ibrani 13: 4). Jadi, pernikahan seharusnya mulia dan hubungan seks seharusnya tidak cemar (CJB pernikahan adalah hal yang terhormat dalam segala segi, seks di dalam pernikahan adalah murni). Jadi, seks di dalam pernikahan adalah kudus. Karena itu, jangan mengumbar dan sebarangan. Nafsu seks akan semakin bangkit bila kita menerima masukan dari dunia, contohnya melihat hal-hal pornografi. Sangat disayangkan, bila ada keluaga Kristen juga membawa hal-hal pronografi dalam hubungan sebagai suami istri. Kita harus sadar bahwa kita sedang membawa spirit yang lain, nantinya akan merusak hubungan pernikahan. Namun, kita harus belajar untuk melibatkan Tuhan. Contohnya, berdoa kepada Tuhan lebih dahulu sebelum melakukan hubungan ini. Menghargai ciptaan Tuhan di dalam terang firman Tuhan, salah satunya seks. Karena itu, jangan kita merusak pemberian Tuhan. Sebab, sesuatu yang mulia Tuhan persiapkan supaya kita dapat melahirkan keturunan yang ilahi. Jadi, hiduplah takut akan Tuhan.

Sebab, segala sesuatu yang ditawarkan oleh dunia ini, akan membuat terikat. Bukan kita yang dikuasai oleh nafsu, melainkan kita yang harus berkuasa atasnya. Karena itu, kita perlu banyak datang kepada Tuhan. Jangan membiarkan hidup kita dikuasai oleh kebiasaan hal-hal porno. Bahkan firman Tuhan mengingatkan bahwa saat kita melihat seorang perempuan dan birahi muncul, itu sudah dosa di hadapan Tuhan. Karena itu, bertobatlah sebab hanya Tuhan yang sanggup.

KESIMPULAN

Seks adalah hal yang kudus. Hanya boleh dilakukan antara suami (pria) dan istri (wanita) dengan tidak melibat roh-roh yang ada di dunia. Sebab, di luar itu semua adalah dosa di hadapan Tuhan. Marilah kita menjadi anak Tuhan yang hidup bijaksana di tengah dunia. Berani menolak hal-hal yang mendatangkan dosa. Jangan membangkitkan nafsu seks, sebelum menikah. Roh Kudus sanggup untuk melepaskan. Kiranya Tuhan melepaskan umat-Nya di Bukit Zion dari jerat-jerat setan. Kita berdoa supaya jalan-jalan kita ada di dalam kehendak Tuhan.

Posted on January 16, 2018 in Sermon

Share the Story

Back to Top