Drive-Thru Faith

Ps. Ivan Sebastian

Yakub memiliki titik balik dalam hidupnya, saat dia menyadari tentang tujuan hidupnya (Kejadian 30:25). Yakub ingat tentang tempat asalnya, matanya tidak lagi tertuju ke rumah Laban. Kita pun harus tahu bahwa asal kita bukan dari rumah Laban (dunia), melainkan dari rumah Bapa (surga). Dan, ada satu tokoh dalam Alkitab yang memiliki nasib yang mirip seperti Yakub, yaitu Yusuf.

Kita tahu bahwa Yusuf adalah seorang pemimpi. Yusuf bermimpi bahwa suatu saat dia akan menjadi pemimpin besar. Saat Tuhan  memberitahu apa yang menjadi tujuan-Nya dalam hidup kita, apa tindakan kita selanjutnya? Sebab, banyak orang Kristen justru pasif saat tahu tentang janji Tuhan atau rencana Tuhan yang besar dalam hidupnya.

Drive-Thru Faith

Kata ini bisa kita jumpai di beberapa restoran cepat saja. Yaitu, layanan membeli makanan tanpa perlu waktu yang lama (pesan-bayar-selesai). Itu juga yang terjadi dalam kehidupan kekristenan. Bahkan, membangun iman inginnya cepat-cepat (instan). Jawaban doa inginya langsung saat itu juga. Karena itu, saat seseorang tahu bahwa Tuhan punya tujuan yang besar dalam hidupnya; inginnya langsung digenapi dan terjadi. Namun kenyataannya, justru sebaliknya. Muncul tantangan dan rintangan yang terkadang membuat kita mengeluh dan bersungut-sungut.

Contohnya, di Amerika Serikat ada layanan “drive-thru prayer.” Hanya 60 detik berdoa. Alasannya, karena banyak orang tidak memiliki waktu berjam-jam untuk berdoa di zaman sekarang, sehingga disediakan layanan ini. Inilah mentalitas kebanyakan orang Kristen, yang menginginkan segalanya cepat.

Kisah Yusuf

Yakub memberikan Yusuf sebuah jubab. Karena jubah itu, Yusuf dibenci oleh saudara-saudara. Akhirnya, dia dijual dan dibeli oleh orang Ismael (Median) sebagai budak, lalu dibawa ke Mesir. Dia dijual ke Potifar. Saat di rumah Potifar, Yusuf digoda oleh istri Potifar, hingga berujung dijebloskan dalam penjara. Saat di penjara, Yusuf diangkat menjadi kepala di antara tahanan yang lain. Perjalanan cerita ini menunjukkan Yusuf sebagai objek (pasif), ibarat bola yang ditendang ke sana ke sini. Coba perhatikan siapa yang mengambil tindakan (action) dalam kisah hidup Yusuf. Yaitu, Yakub, saudara-saudaranya, Potifar (Kej. 39:2), bahkan Yusuf tidak tercatat berdoa atau bertanya pada Tuhan. Ini artinya Yusuf adalah orang yang pasif. Mungkin, Yusuf melihat kenyataan yang tidak sesuai dengan mimpinya.

Tuhan punya rencana dan tujuan yang besar dalam hidup kita, tetapi jangan lupa bahwa kita tidak sedang berada di jalan bebas hambatan. Seperti, Yusuf yang menghadapi situasi yang berlawanan dari janji Tuhan. Iblis pun akan melakukan hal yang sama pada kita, yaitu membuat situasi yang seolah bertentangan dengan janji Tuhan, supaya menjauhkan mimpi kita. Bahkan, menghancurkan visi yang Tuhan tanamkan dalam hidup kita dan membawa semakin jauh dari rancangan Tuhan. Kalau kita menanggapi situasi seperti itu, kita pun akan menjadi orang pasif.

Menjadi orang yang pasif, artinya kita selalu menuntut Tuhan yang aktif. Misalnya, menyembuhkan, memberi jalan keluar, memberkati dan sebagainya. Kita menunggu jawaban Tuhan dan diam tanpa melakukan apa-apa. Seperti halnya, Yusuf yang diibaratkan ‘bola’ digiring ke sana dan ke sini, tetapi Tuhan izinkan hal itu terjadi.

Kadang kita berpikir, mengapa harus membutuhkan waktu lama supaya janji Tuhan tergenapi? Mengapa menunggu 40 tahun sbeleum bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian? Karena, itu artinya ada bagian yang harus kita lakukan. Ada bagian kita yang Tuhan tunggu sampai itu muncul. Selam ayang Tuhan tunggu itu tidak muncul, kita akan terhenti di situ. Contohnya, Yakub. Tuhan tunggu di suatu titik, saat Yakub ingat untuk kembali ke tempat asalnya. Dan, saat Yakub sadar dan tiba di titik itu; Tuhan membalikkan keadaannya.

Titik balik hidup Yusuf (Kejadian 40: 1-22)

            Kita tahu bahwa juru roti dan juru minum bermimpi, lalu Yusuf mengartikan hal itu (Kej. 40:9-15). Ayat ke 14-15 menyatakan bahwa Yusuf sedang melakukan sesuatu untuk hidupnya. Inilah titik balik hidupnya. Yusuf mengambil sebuah inisiatif untuk melakukan sesuatu (bertahan). Namun, apa yang terjadi apakah Yusuf langsung keluar setelah juru minum kembali ke istana? Tidak. Karena, Yusuf masih harus menunggu 2 tahun lagi.

Rashi menuliskan komentarnya tentang ayat ini, “Karena, Yusuf berharap supaya dia (juru minuman) mengingatnya. Akhirnya, Yusuf tetap berada di sana selama 2 tahun. Seperti yang tertulis dalam Mazmur 40:5.” Saat itu Yusuf sangat putus asa sehingga berharap pada juru minuman itu.

Sebenarnya, Tuhan sedang membangkitkan karakter Yusuf sebelum Tuhan menggenapi rencana-Nya atas Yusuf. Karakter yang diperlukan sebagai seorang pemimpin dan penguasa. Namun, sayangnya titik balik yang dilakukan Yusuf kurang tepat. Dia menaruh harapannya pada manusia. Inilah alasan Tuhan mengizinkan menambah waktu 2 tahun untuk Yusuf, supaya dia tidak lagi berharap pada juru minuman. Sisi yang lain, juru minuman ternyata tidak sepenuhnya lupa (Kejadian 40:9-12). Namun, juru minuman saat itu meremehkan Yusuf (masih muda, orang Ibrani, seorang hamba, dan keahlian Yusuf menerjemahkan mimpi dianggap kebetulan), sehingga dia enggan mengingat Yusuf.

Kesimpulan

Tuhan memiliki sebuah janji atau tujuan dalam hidup kita masing-masing. Tuhan punya rencana yang baik atas hidup kita. Namun, bagaimana tindakan kita dalam menyikapi janji itu? Tetap berdiam diri dan berpikir bahwa Tuhan pasti akan genapi. Atau, melakukan bagian kita. Inilah momen yang tidak semua orang Kristen mau melakukannya. Karena itu, rancangan atau janji Tuhan dalam hidup kita bukan sebagai pengganti tanggung jawab kita, melainkan adalah panggilan terhadap sebuah tanggung jawab (God’s promises is not a substitute to our responsibility but rather, it is a call to responsibility). Tuhan menghendaki kita berinisiatif untuk menggenapi janji itu. Tindakan kita dan kemurahan Tuhan harus berjalan bersama-sama. Saat kita menerima janji Tuhan, ada dua hal yang harus kta lakukan, yaitu aktif melakukan bagian kita dan meminta intervensi Tuhan atas hidup kita.

Posted on January 16, 2018 in Sermon

Share the Story

Back to Top