EXCELLENT

Ps. Lokky S. Tjahja

Menjadi orang Kristen tidak sekadar datang ke gereja, tetapi diperlukan kesetiaan (Ibrani 3: 2). Versi The Message menuliskan, “… faithful in everything God gave to him to do …” Artinya, kita harus setia kepada Tuhan dalam segala sesuatu, yang Tuhan percayakan kepada kita. Contohnya, kesetian Musa dalam mengelola tabernakel. Hingga akhir hayatnya, Musa tetap setia melayani dan mengajarkan perintah-perintah Tuhan. Kesetiaan harus dilakukan selama hidup kita. Juga, Tuhan Yeshua setia melakukan kehendak Bapa (sebagai Imam Agung) sampai Dia naik ke surga. Dan, Roh Kudus dicurahkan kepada kita yang percaya pada-Nya untuk menuliskan perintah Tuhan di loh hati kita. Roh Kudus tinggal di dalam kita, sehingga tubuh kita disebut bait Elohim untuk kita kelola dengan baik dan setia.

Excellent

Kata ini sering dipakai untuk menyatakan keberhasilan seseorang mencapai kesuksesan di dunia. Namun, di dalam firman Tuhan ditemukan kata “excellent” yang muncul di perumpamaan tentang talenta (Matius 25:21). Dan, kata ini yang akan diucapkan oleh Bapa kepada kita yang sudah menyelesaikan semua pekerjaan dan perintah Tuhan selama di dunia dengan setia dan benar. Versi CJB dituliskan, “Excellent! You are a good and trustworthy servant. You have been faithful with a small amount …” Kata “excellent” berkaitan dengan kesetiaan (faitful). Orang-orang yang setia dan benar inilah yang akan bersama-sama dalam pesta perjamuan dengan Bapa.

Versi Amplified menuliskan, “His master said to him, Well done, you upright (honorable, admirable) and faithful servant! You have been faithful and trustworthy over a little …” muncul kata “well done.” Hari-hari ini kita dipacu untuk tetap setia, sehingga saat bertemu Tuhan; kita akan mendapatkan ucapan, “Baik sekali, excellent, well done.” Setiap kita harus memacu diri menjadi hamba yang setia (faithful servant). Fokus kita bukan pada harta benda yang ada di dunia.

Faithful Servant

Orang yang setia adalah orang yang mempertahankan imannya tetap penuh sampai akhir. Imannya tidak luntur sampai ke akhir dan tetap percaya dalam menghadai situasi apa pun. Karena itu, kita perlu memahami firman Tuhan dengan benar. Firman Tuhan menjadi cermin bagi kita untuk  mengoreksi kesalahan-kesalahan kita. Dan, bila ada sesuatu yang salah, kita harus mau berubah, sehingga tidak melakukan kesalahan yang sama. Karena itu, kita perlu Roh Kudus yang akan memberikan kita pengertian yang benar, yang akan menerangi jalan-jalan kita. Sehingga, firman Tuhan akan mendarah daging dalam hidup kita.

Bila kita menjadi hamba yang setia, kita mendapat pujian dari Tuhan (“Baik sekali, excellent, well done”). Dan, pahalanya adalah Akan dipercaya lebih besar dan berkenan untuk masuk ke pesta perjamuan Bapa. Hal ini berkaitan dengan firman Tuhan dalam Wahyu 17: 14. Mereka yang memenuhi panggilan Tuhan, masuk dalam umat pilihan (gambaran kemah suci: halaman dan ruang suci), dan yang telah setia. Mereka inilah yang akan memerintah bersama Tuhan Yeshua di kerajaan 1000 tahun. Yaitu, orang-orang yang sudah dibangkitkan, yang ikut pengangkatan, serta yang setia dan mati sahid (mempertahankan imannya) pada waktu antikris.

Ayat dalam kitab Wahyu juga saling berhubungan dengan Matius 22: 14. Bila yang dipanggil sedikit, artinya yang setia sampai akhir akan lebih sedikit jumlahnya (sinkron dengan Matius 7: 14. Karena itu, apa pun situasi yang kita hadapi, tetaplah “faithful.” Perbanyaklah merenungkan firman Tuhan. Sebab, semakin kita tahu banyak tentang firman Tuhan, semakin kecil kemungkinan kita tersesat.

KESIMPULAN

Kita pun harus semakin merendahkan diri di hadapan Tuhan. Sebab, kita hanya alat yang tidak berguna. Bila Tuhan tidak memakai kita, hidup kita pun tidak berarti apa-apa. Karena itu, bila Tuhan pakai dan percayai untuk mengelola sesuatu, jadilah hamba yang setia. Jangan sampai kita menjadi seperti Saul (contoh ketidaksetiaan, 1 Taw 10:13). Saul mati karena dia tidak setia kapada Tuhan dan tidak berpegang pada firman (kompromi dengan dunia). Karena itu, mari kita taati perintah Tuhan, patuhi larangan-larangan yang Tuhan berikan, dan jalani arahan (petunjuk) Tuhan. Takutlah akan Tuhan sampai dasar hati kita dan setialah sampai ke akhir (Matius 24:13).

Posted on November 15, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top