FAQ

Oleh karena banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada kami menyangkut dasar ajaran yang ada di Gereja ini, maka pertanyaan-pertanyaan yang sudah ditanyakan secara umum kami tulis di halaman ini, semoga bisa menjawab pertanyaan yang mungkin anda miliki. Tuhan memberkati.

1.  Apakah Gereja ini tidak mempercayai bahwa Yeshua sang Mesias (Yesus Kristus) adalah Tuhan?

Iman percaya kami ditaruh sepenuhnya kepada Yeshua sang Mesias (nama asli dari Yesus Kristus) sebagai Tuhan, Penebus dan Juruselamat, kami sebagai salah satu bagian dari tubuh Tuhan mempercayai bahwa tidak ada yang menghadap BAPA di Sorga, apabila tidak mengakui dan mempercayai Yeshua sang Mesias (Yoh. 14:6). Dan sebagai catatan tambahan, seperti ada tertulis di Markus 9:38-40, “Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita. “Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.” Marilah kita semua mengikuti jejak dan tindakan Tuhan, menyelidiki dan melakukan Firman Tuhan dengan seksama, serta lambat untuk menghakimi, melainkan cepat dalam memikirkan kebaikan bagi Kerajaan Tuhan.

2. Apakah Gereja ini hendak menjadi orang-orang yahudi?

Kita semua TIDAK BISA menjadi orang yahudi, karena untuk menjadi orang yahudi kita harus memiliki orangtua atau garis keturunan orang yahudi. Kami mengajarkan bahwa kita sebagai bangsa non-yahudi (gentiles) juga memiliki peran yang tidak kalah penting di dalam tubuh Tuhan. Apa yang diajarkan di gereja ini bukan menjadikan kita orang yahudi, melainkan kami mengajarkan apa yang menjadi PERINTAH TUHAN bagi umatNya. Kita TIDAK menjalankan aturan-aturan orang yahudi seperti yang tertuang dalam halakha mereka, ataupun memakai atribut-atribut lahiriah yang mereka tentukan sendiri, melainkan kami mempelajari, menghidupi kehidupan seperti yang Tuhan Yeshua lakukan dan tidak mengabaikan lagi apa yang tertulis di dalam SELURUH kitab suci kita, baik itu yang tertulis di dalam Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru.

3. Apakah mereka yang tidak mengikuti dan menaati pengajaran gereja ini masuk ke neraka?

Sebagai sesama manusia dan ciptaan Tuhan, kami percaya TIDAK ADA seorangpun yang bisa menentukan dan menghakimi sesama lainnya untuk masuk ke Sorga ataupun neraka, termasuk kami juga tidak memiliki kapasitas untuk memasukkan seseorang ke Sorga atau neraka. Karena tentang hal tersebut kami tidak mau mengambil peran TUHAN sebagai hakim yang adil dan penentu tujuan akhir semua manusia. Kami percaya dan yakin bahwa tugas kami di dunia ini adalah MENGUATKAN dan MEMBANGUN umat Tuhan, MENGAJARKAN apa yang Tuhan ingin umatNya lakukan, bukan untuk MENGHAKIMI seseorang masuk Sorga atau neraka.

4. Bagaimana dengan gereja lain yang pengajarannya tidak sama, apakah ini akan menimbulkan potensi perpecahan umat Tuhan?

Kami berpendapat bahwa tiap Gereja Tuhan memiliki peran dan fungsi masing-masing menurut pimpinan Tuhan, karena itu ada tertulis di dalam 1 Korintus 12 tentang Tubuh Kristus, dan khususnya di ayat 12, “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.” Supaya fair, fakta yang terjadi adalah, perpecahan umat sudah ada sejak lama, bahkan sejak jemaat mula-mula, eksistensi perpecahan jemaat sudah ada (1 Korintus 1:10-13) dan penyebab utamanya adalah keegoisan dan arogansi. Karena itu, kami yakin bahwa dunia ini TIDAK MUNGKIN dimenangkan hanya oleh satu gereja, atau bahkan satu orang saja, karena itu kami juga menyerukan “unity”, persatuan dalam tubuh Kristus dan juga tergabung dalam badan-badan kekristenan yang ada dan resmi di Indonesia.

5. Apabila gereja ini dikatakan tidak menjadi orang yahudi, mengapa merayakan hari raya pondok daun (Sukkot), makan sesuai imamat 11, bukankah itu semua tidak perlu kita lakukan untuk kita yang hidup dalam perjanjian baru?

Pertama, apabila kita menyebut diri kita “Kristen”, Christian, yang berarti pengikut Kristus, seharusnya acuan dari hidup kita adalah Kristus, jadi apabila anda juga setuju dengan hal tersebut, mari kita bersama-sama melihat apa yang Kristus lakukan saat DIA berjalan di atas muka bumi ini. Tertulis di Yohanes 7:14 (ILT), “Namun ketika di tengah-tengah berlangsungnya perayaan itu, YESUS naik ke bait suci dan mengajar.” Perayaan apakah yang dimaksud disitu? Kita lihat kembali di ayat sebelumnya, ayat ke 2, “Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.” Ini berarti Tuhan Yeshua pada saat di dunia juga merayakan hari raya Sukkot! Bahkan pada saat itu DIA juga mengajar di Bait Suci. Bukan hanya Sukkot, Tuhan juga memerintahkan supaya kita merayakan hari-hari raya lainnya dengan tujuan khusus, antara lain seperti Passover (Paskah) dan Shavuot (Pentakosta), hal ini tertulis di dalam kebenaran Firman Tuhan.
Tuhan Yeshua sebenarnya tidak pernah mengatakan di dalam Firman Tuhan untuk hanya melakukan Perjanjian Baru, bahkan IA berkata, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Seperti yang tertulis dalam Matius 5:17. Apakah yang dimaksudkan hukum Taurat dan kitab para nabi? Itu adalah kitab-kitab yang ada di Perjanjian Lama dalam Kitab Suci kita. Artinya Tuhan Yeshua juga mempelajari, mengajarkan dan melakukan semua yang ada dalam Firman Tuhan, jadi apabila kita memang PENGIKUT KRISTUS seharusnya kita mengerti, memahami dan juga melakukan apa yang KRISTUS lakukan waktu di dunia. (Untuk detail dan penerapan praktisnya bisa anda ikuti dalam seri-seri Sermon yang ada dalam website ini)

6. Berarti kalau anda melakukan Torah, apakah artinya anda tidak setuju dengan Rasul Paulus, atau bahkan mengatakan Paulus itu tidak benar, karena dalam tulisan surat-suratnya Paulus menentang peraturan-peraturan Torah.

Hal pertama yang perlu diketahui, kami PERCAYA bahwa Rasul Paulus adalah seorang murid Yeshua sang Mesias yang luar biasa, dia juga seorang guru yang kompeten, tetapi jangan lupa  bahwa dia juga seorang RABBI Yahudi dengan hikmat yang dalam. Artinya, dia tidak akan menentang Torah. Beberapa ayat yang tertulis yang seakan-akan menentang Torah, perlu anda telaah dan selidiki lagi apa maksud dari Rasul Paulus yang sesungguhnya, karena tulisan-tulisan Paulus ini termasuk kategori tingkat lanjut (advance), untuk memahaminya, anda perlu memahami banyak unsur terlebih dahulu, seperti latar belakang Paulus, keadaan sosial budaya jemaat tujuan surat Paulus, bahkan sampai halakha orang yahudi yang dimaksudkan oleh Paulus dalam surat-suratnya. Anda TIDAK bisa memahami tulisan surat Paulus tanpa dasar-dasar tersebut, karena yang terjadi adalah seperti yang diperingatkan oleh Rasul Petrus, yang tertulis dalam 2 Petrus 3:15-16, “Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.”
Oleh karena itu, kami justru percaya tulisan-tulisan Rasul Paulus sangat dalam dan penuh hikmat, hanya saja untuk mempelajarinya anda memerlukan sedikit “usaha” lebih. Berikut contoh sederhana ayat-ayat yang seakan-akan menentang Torah, tetapi kami bandingkan dengan terjemahan lain yang bisa memperkaya maksudnya, untuk pengertian yang lebih sulit  kami sarankan untuk mengikuti seri Sermon yang ada di website ini.

1 Korintus 15:56
Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. (ITB)

Now sin is the sting of death, and sin exercises its power [upon the soul] through [the abuse of] the Law. (AMPLIFIED BIBLE) Terjemahan : “Sekarang, dosa adalah sengat maut, dan dosa memperbesar/ mengerjakan kuasanya atas jiwa seseorang, melalui PENYALAHGUNAAN / SALAH MENGARTIKAN hukum Taurat.”

Efesus 2:15
sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera. (ITB)

By abolishing in His [own crucified] flesh the enmity [caused by] the Law with its decrees and ordinances [which He annulled]; that He from the two might create in Himself one new man [one new quality of humanity out of the two], so making peace. (AMPLIFIED BIBLE) Terjemahan : “Dengan membatalkan di dalam penyalibanNYA, KEKACAUAN yang disebabkan oleh hukum Taurat…”

Seperti anda lihat di atas, versi penerjemahan yang lain memperjelas apa maksud sebenarnya dari Rasul Paulus, dia tidak pernah menentang Torah, apabila Rasul Paulus menentang Torah, maka surat-surat tersebut justru tidak konsisten dengan apa yang dia tulis di suratnya Roma 3:31, “Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.”

Jadi, apabila ada pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut yang ingin anda tanyakan atau diskusikan, mungkin Roh TUHAN yang Kudus sudah mulai menggerakkan roh anda, kami mengundang anda untuk bisa mengikuti ibadah Sabbat Fellowship kami yang diadakan setiap hari Jumat malam di Gereja JKI Bukit Zion, disana anda bisa mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan juga fellowship dengan kami, marilah kita semua menjadi murid-murid Yeshua sang Mesias yang saling melengkapi dan semakin sesuai menjadi gambaran pribadiNYA.

Back to Top