Heavenly Partnership

Ps. Ivan Sebastian

Seperti yang kita pelajari sebelumnya bahwa tindakan Ribkah menggambarkan chesed (Kejadian 24:14). Strong Bible menjelaskan tentang “chesed” yang berarti kebaikan, anugerah, kasih setia, keindahan, pengampunan, kemurahan hati. Jadi, “chesed” adalah karakter kebaikan yang tampak dalam perbuatan. Ketika itu, Eliezer bertemu dengan Ribkah dan meminta minum. Dan, Ribkah tidak hanya memberi minum Eliezer, tetapi juga seluruh unta-untanya. Jadi, artinya Ribkah tidak mungkin pilih kasih, tetapi dia menyadari bahwa Esau memang anak yang punya karakter buruk dan tidak layak mendapat berkat janji Abraham.

Kisah yang lain, adalah Ishak. Tuhan memilih memberikan perjanjian-Nya kepada Ishak untuk melanjutkan perjanjian Tuhan dengan Abraham. Kita tahu bahwa Ishak berani menghadapi dan menaati perintah Tuhan, meskipun harus kehilangan nyawanya. Namun, apakah Ishak tidak tahu bahwa Esau sesungguhnya jahat?

Perbedaan berkat Yakub dan Esau

Ishak sudah menyiapkan berkat untuk anak-anaknya masing-masing (Esau dan Yakub). Sebab, dia beranggapan bahwa anak-anaknya berkenan di hadapan Tuhan. Berkat pertama yang seharusnya milik Esau, akhirnya menjadi berkat Yakub (Kejadian 27:28-29). Berkat ke dua diberikan kepada Esau, setelah Ishak sadar bahwa Esau jahat (Kejadian 27:39-40) dan bukan berkat perjanjian Tuhan. Perbedaanya, di berkat Yakub ada nama Tuhan yang diserukan untuk memberkatinya. Sedangkan, berkat untuk Esau adalah berkat secara lahiriah untuk kehidupan di dunia. Dan, Ishak yakin untuk memberikan berkat perjanjian kepada Yakub (Kejadian 28: 1, 3-4). Yakub menjadi penerus perjanjian Tuhan hingga lahirnya bangsa pilihan.

Sudah lama Ribkah menyadari bahwa berkat perjanjian tidak boleh jatuh kepada Esau. Sebab, Ribkah melihat perkembangan karakter Esau yang buruk (Kejadian 25: 27-28). Versi literatur menuliskan, “dan anak-anak muda itu bertumbuh, Esau menjadi sosok yang mengerti tentang berburu (menjebak dan menipu mangsanya yang diterapkan juga pada ayahnya), orang yang ada di lapangan, sedangkan Yakub adalah orang yang tidak bersalah, tinggal di dalam tenda-tenda (merujuk pada tenda Shem dan Eber untuk belajar Torah).”

Heavenly Partnership

Esau seharusnya diberkati dan punya tujuan ilahi untuk mendukung dan bekerja sama dengan Yakub yang mengerjakan panggilan ilahi untuk belajar torah. Namun, rencana ilahi ini gagal atas hidup Esau. Ribkah menyadari rencana ilahi ini dan memutuskan untuk menyuruh Yakub menyamar. Namun, bentuk kerjasama ini terwujud pada anak-anak Yakub (Kejadian 49: 13-14). Komentar Rashi tentang makna di ayat tersebut:

  1. Zebulon tinggal di tepi pantai laut: Zebulon akan terlibat dengan perdagangan dan menyediakan makanan untuk makanan untuk suku Isakhar. Dan, mereka (suku Isakhar) yang belajar torah secara mendalam.
  2. Isakhar adalah keledai yang memiliki tulang kuat: Mereka mengemban tugas (kuk) torah seperti keledai yang kuat yang memuat beban berat.
  3. Orang yang bekerja keras: Mereka yang menyusun pengajaran torah dan menentukan musim-musim (bandingkan 1 Tawarikh 12:33). Isakhar menyiapkan 200 pemimpin Sanhedrin (1 Tawarikh 12:32).

Berkat Musa

Musa pun melakukan hal sama (memberkati suku-suku seperti berkat Yakub) (Ulangan 33:18-19). Zebulon dan Isakhar bekerja sama. Zebulon melintai lautan dan berdagang (mendapat untung) untuk menyediakan makanan bagi Isakhar. Dan, mereka duduk untuk belajar torah. Musa menyebut nama Zebulon lebih dulu (meskipun Isakhar lebih tua), sebab Isakhar belajar Torah secara mendalam melalui provisi (penyediaan) yang dilakukan Zebulon. Rashi menulis komentar untuk makna yang terkandung dalam ayat ini:

  1. Bersukacitalah Zebulon dalam perjalananmu: Makmur dan berhasil (mendapat keuntungan) saat berdagang
  2. Dan Isakhar, berhasillah saat engkau duduk untuk belajar Torah: Mereka belajar torah dan hukum-hukum serta memilih pemimpin-pemimpin Sanhedrin.
  3. Mereka akan menghisap kelimpahan laut: Mereka (Zebulon dan Isakhar) mendapatkan kelimpahan dan harta kekayaan yang berlimpah. Karena itu, mereka punya waktu untuk belajar torah.
  4. Harta yang terpendam di pasir: Hal-hal yang tersembunyi di pantai ada tiga, yaitu the tarit atau torino (sejenis ikan), bekicot (menghasilkan pewarna biru yang digunakan untuk mewarnai baju imam), dan white glass.
  5. Mereka akan memanggil orang-orang sampai ke gunung: Melalui perdagangan Zebulon, banyak orang dari bangsa lain akan datang untuk bekerja sama dan tertarik untuk mengenal Tuhan-nya bangsa Israel. Mereka ingin belajar cara menyembah Tuhan dengan benar dan makan makanan yang sudah diatur. Yang membuat mereka kagum. Sehingga, mereka akan mengikuti cara hidup bangsa Israel dan membawa persembahan yang benar (ini karena Zebulon melaksanakan tugasnya untuk berdagang).

            Zebulon dan Isakhar menunjukkan kerjasama ilahi, yang dulunya gagal diwujudkan oleh Esau terhadap Yakub. Sebab, Esau keluar dari jalan Tuhan. Saat Zebulon mendukung kehidupan Isakhar, artinya Zebulon tidak hanya mendapat berkat secara jasmani tetapi juga berkat spiritual.

KESIMPULAN

Rencana ilahi ini juga Tuhan Yeshua jelaskan dalam Matius 10:39-41. Ayat ini mengingatkan kita pada kisah Elia dan Janda Sarfat (1 Raja-raja 17:10-13). Akhirnya, Janda Sarfat mendapat berkat yang tidak dimiliki oleh orang lain, yang harus mengalami kelaparan. Janda Sarfat mendapatkan pemeliharaan Tuhan sehingga tetap hidup meskipun sekelilingnya kelaparan. Juga, kisah Elisa dengan wanita Sunem (2 Raja-raja 4: 8-17). Wanita menerima berkat yang tidak bisa diberikan oleh dunia, yaitu mendapatkan anak.

Karena itu, bila kita menerima berkat jasmani dari Tuhan, pakailah untuk mewujudkan rencana ilahi. Sebab, kita harus tahu tujuan Tuhan memberkati kita (Ulangan 8:17-19). Tuhan Yeshua juga mengingatkan kita, kepada siapa kita beribadah? Kepada Tuhan atau kepada mammon? Biarlah setiap kita bergumul dan melakukan bagian kita sesuai kehendak Tuhan. Yang terpanggil seperti Isakhar tidak menjadi seperti orang Farisi (hanya tahu torah tetapi tidak melakukan). Dan, yang terpanggil seperti Zebulon supaya harta yang dipercayakan tidak membuat kita menjauh dari jalan Tuhan.

Posted on December 8, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top