HIDUP DI AKHIR ZAMAN

Oleh: Ps. Jonathan Wantoro

Kita sudah kerap mendengar tentang akhir zaman. Sejauh mana kita memersiapkan diri menghadapi akhir zaman. Kita ingin hidup sehat, damai sejahtera, dan sebagainya. Semua yang kita butuhkan sebenarnya hanya bersifat sementara. Misalnya, hanya sekadar mengejar mujizat kesembuhan atau berkat harta, tetapi tidak mengejar kedekatan dengan Tuhan. Yang perlu kita perhatikan dalam hidup di akhir zaman adalah apakah semua hal yang kita lakukan membawa kita dengan Tuhan atau tidak?

Hal yang harus dipertahankan di akhir zaman

  1. Iman
  2. Kasih
  3. Kebenaran
  4. Perbuatan baik
  5. Hidup dipimpin oleh Roh Kudus

Itulah hal-hal yang harus kita pertahankan di akhir zaman ini. Hal-hal di atas perlu kita tingkatkan juga kualitasnya. Saat kita rindu memertahankan semua hal ini, diperlukan sebuah kesetiaan untuk mewujudkannya.

Kesetiaan (Wahyu 2: 8-11)

King James Version menuliskan “kesetiaan” sebagai “iman yang penuh” (faithful). Sedangkan, dalam The Message diterjemahkan “loyality faithful, stay there believing” (tetap berdiri dengan iman). Karena itu, bila hari-hari ini kita mendapat tekanan atau tantangan dalam melakukan perintah-perintah Tuhan (misalnya, makanan, merayakan sukkot, dll), janganlah berkecil hati. Sebab, memang iblis akan terus berusaha mencobai orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yeshua (ay. 10). Namun, pencobaan yang kita hadapi tidak akan berlangsung lama (ay. 10). Karena itu, tetaplah setia sampai mati (ay. 11).

Makna kesetiaan berbicara tentang keteguhan hati (iman, pengharapan, dan kasih (1 Korintus 13:13)). Kata dasarnya ‘setia’ yang artinya berpegang teguh pada pendirian atau janji. Makna kesetiaan dalam hidup adalah ketulusan untuk tidak melanggar janji atau berkhianat. Sebab, kita tahu banyak orang lebih mengejar kesenangan jasmani daripada meningkatkan kualitas kehidupan rohaninya, sehingga akhirnya menjadi tidak setia pada Tuhan. Kesetiaan dapat dicapai melalui perjuangan dan pengorbanan (Amsal 20: 6).

Sifat Setia

Bila kita memiliki sifat setia kepada Tuhan, ada hal-hal yang tidak akan kita lakukan, antara lain:

  1. Tidak menyakiti hati Tuhan
  2. Tidak iri hati (bila Tuhan memberkati orang lain).
  3. Tidak curiga pada Tuhan, tetapi percaya penuh. Meskipun, doa-doa kita belum dijawab.
  4. Tidak menuduh.
  5. Tidak merendahkan orang lain.
  6. Tidak menghargai hasil kerja orang lain

Karena itu, bila kita setia pada Tuhan, kita tidak akan gampang untuk menyalahkan orang lain (misalnya: tidak mau ke gereja karena berselisih dengan teman di gereja). Namun, kita harus mencari solusi dan menyelesaikan perbedaan atau persoalan yang timbul. Kita harus berusaha hidup damai dengan semua orang meskipun tidak mudah.

Kesetiaan butuh perjuangan dan pengorbanan

Kesetiaan diibaratkan sebuah tanaman yang harus diperlihara dan dirawat sehingga tumbuh sehat dan berbuah-buah. Perjuangan yang dibutuhkan supaya dapat setia, antara lain:

  1. Berjuang menghadapi tantangan yang dapat meruntuhkan kesetiaan (kebutuhan-kebutuhan hidup, dll).
  2. Berjuang melawan tekanan yang ingin keyakinan kita hancur.
  3. Berjuang untuk tetap bertahan pada posisi yang tidak nyaman.
  4. Berjuang untuk terus maju walaupun berat.

Hal-hal yang harus kita korbankan, antara lain:

  1. Merasa menderita, tetapi bukan akibat dosa atau kesalahan kita.
  2. Menanggung akibat yang berat karena perbuatan dan ulah orang lain.
  3. Mengikhlaskan hak-hak kita diinjak oleh orang.
  4. Diremehkan oleh orang karena gaya hidup kita yang berbeda.

Ujian Kesetiaan

Beberapa tokoh Alkitab yang memiliki sifat setia, antara lain:

  1. Yusuf (Kejadian 39:10)

Yusuf menderita akibat ulah atau tuduhan istri Potifar. Sehingga, Yusuf harus dihukum dan kebebasannya dirampas. Yusuf menderita dalam penjara cukup lama tanpa diadili secara benar dan kehormatannya dihancurkan.

  1. Lot (2 Petrus 2:7)

Dia mengalami penderitaan karena perbuatan jahat orang Sodom dan Gomora, bahkan harus kehilangan harta dan kekayaan saat meninggalkan Sodom dan Gomora. Dan, harga diri Lot terampas dan terusir.

Dan, hari-hari ini ujian kesetiaan sedang kita jalani. Karena itu, bangun iman kita dan isi dengan firman Tuhan supaya kita mampu melewati ujian kesetiaan ini sampai Tuhan datang. Oleh sebab itu, kita harus menjaga kesetiaan dengan hidup takut akan Tuhan (Amsal 14: 26-27) dan tidak mudah melupakan Tuhan (Mazmur 105: 12-13).

KESIMPULAN

Kesetiaan juga berarti kita mengikatkan diri dengan Tuhan (1 Korintus 6:17). Artinya, kita menjadi satu roh dengan Tuhan. Satu roh, artinya memiliki perasaan, pola pikir, keinginan, gaya dan cara hidup yang sama dengan Tuhan.]

Posted on October 31, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top