Hormati ayah dan ibumu

Oleh: Mrs. Lokky S. Tjahja

Dunia ini adalah tempat yang sudah kacau. Kalau kita ingin Tuhan memerintah, perlu bagi kita untuk memerhatikan perintah-perintah-Nya. Sebab, pemerintahan-Nya bersifat teratur. Ketika berbicara akhir zaman, biasanya berkaitan dengan kedatangan Tuhan. Namun, yang lebih penting adalah sudahkah kita siap menyambut kedatangan-Nya?

Kitab suci banyak mencatat tentang keadaan di akhir zaman, seperti dalam 2 Timotius 3:1-4. Ayat 2 tertulis bahwa pada masa-masa akhir, orang akan menjadi tidak patuh kepada orang tua. Budaya-budaya untuk menghormati orang tua sudah mulai luntur di zaman ini. Sebab, kita tahu bahwa banyak anak memberontak terhadap orang tuanya.

Hukum yang utama

Hukum yang utama dalam hubungan dengan Tuhan, adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu. Dan, perintah yang utama dalam hubungan dengan sesama, adalah hormati orang tua (Ulangan 5:16).

Efesus 6:1-4 menuliskan bahwa menghormati orang tua merupakan perintah utama dengan suatu janji. Janji apa? Janji supaya kita dapat menjadi baik dan berumur panjang di bumi. Saat ini atau di akhir zaman ini, setan membuat trik-trik supaya anak-anak tidak lagi punya keinginan menghormati orang tua. Sehingga, keadaan mereka menjadi tidak baik dan tidak berumur panjang. Kalau ingin berumur panjang dan punya keadaan yang baik? Hormati ayah dan ibu kita! Patuhi mereka!

Sebab, kasih yang paling murni di dalam dunia ini adalah kasih orang tua terhadap anak-anaknya. Kasih orang tua sepanjang masa, tetapi kasih anak sepanjang galah.

Hormati orang tua

Amsal 20:20 dikatakan bahwa siapa yang mengutuki ayah dan ibunya, pelitanya akan dipadamkan dalam kegelapan yang pekat. Artinya, pada saat kesusahan tidak ada pertolongan.  Karena, anak itu tidak menghormati orang tua.

Memang orang tua juga manusia biasa, yang tidak luput dari kekurangan, kelemahan, dan kesalahan. Namun, kita tetap harus menghormati orang tua. Sebab, orang tua adalah wakil Tuhan, tetapi bukan Tuhan. Jadi, mengasihi Tuhan harus di atas kasih terhadap orang tua. Tuhan harus lebih utama dari orang tua (Lukas 14:26), tetapi juga kita tetap menghormati orang tua.

Sikap sebagai orang tua

Sikap orang tua juga tidak bisa lepas dari hal ini. Orang tua juga harus bersikap baik terhadap anak-anaknya dan mendidik mereka dalam firman Tuhan (Efesus 6:4). Apa yang firman Tuhan katakan tentang mendidik anak? Ulangan 6:4-9 dikatakan bahwa supaya seluruh hidup kita harus dikelilingi dan dikuasai oleh firman Tuhan. Kita harus hidup di dalam firman Tuhan dulu, sebelum kita mengajarkannya kepada anak-anak. Sebab, anak-anak menerima bukan hanya dengan mendengar, melainkan juga melihat bagaimana orang tuanya hidup. Mereka mencontoh hidup kita, sebagai orang tua mereka.

Apa yang kita tanamkan dalam hidup anak-anak kita, akan membentuk kehidupan mereka di masa datang. Bagaimana jadinya anak-anak pada masa yang akan datang adalah sepenuhnya tanggung jawab orang tua. Kita tidak bisa melemparkan tanggung jawab itu kepada guru sekolah minggu, guru sekolah, dan lain-lain. Oleh karena itu, hiduplah di dalam takut akan Tuhan dan tanamkan hidup yang takut akan Tuhan kepada anak-anak kita.

KESIMPULAN

Belum terlambat untuk memerbaiki kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan. Asal kita mau datang kepada Tuhan, mengakui kesalahan kita, dan mengizinkan Tuhan menjamah kita dan anak-anak. Bila ada sesuatu terhadap orang tua, segera adakan pemberesan dan minta ampun kepada mereka. Juga, para orang tua yang sudah melakukan kesalahan, segera bereskan dengan anak-anak.

Posted on October 31, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top