I GIVE YOU REST

Matius 11:25

Oleh: Mrs. Lokky S. Tjahja

            Tuhan Yeshua mengatakan bahwa orang yang bijak secara dunia, perkara-perkararohani tersembunyi darinya, karena Tuhan menyingkapkannya kepada orang-orang yang memiliki karakter ‘kanak-kanak.’ Padahal hal-hal rohani bukanlah sesuatu yang rumit. Hanya manusia yang membuatnya rumit, karena banyaknya pengetahuan yang ada di dunia. Namun,bukan berarti kita tidak perlu belajar atau sekolah, tetapi kita harus menjadi seperti anak-anakyang hatinya polos. Matius 11: 25 dalam KJV dituliskan “babes”, artinya bayi, balita, masih polos, belum diisi dengan hal-hal dunia, dan terbuka dengan hal-hal rohani. Jika kita tidak menyediakan hati, seperti anak-anak, maka kita tidak bisa menangkap apa yang Tuhan ajarkan lebih dalam.

Orang yang berbeban berat (Matius 11:28-30, ILT)

            Tidak ada orang tidak punya beban. Sejak manusia jatuh dalam dosa, manusia harus menanggung kuk atau beban. Tuhan ingin memberikan kebebasan dan kelegaan yang sesungguhnya pada kita. Namun, setan berusaha membuat manusia tidak bisa mengalami kelegaan. Setan memelintir firman Tuhan, sehingga seolah perintah Tuhan berlebihan. Manusia memang harus bekerja (ada kuk yang dipasang di pundak), tetapi setan berusaha memasang kuknya atas kita. Ada dua kuasa di dalam dunia: kuasa Tuhan dan kuasa setan. Kita tidak bisa lepas dari dua kuasa ini dan berdiri sendiri. Kita hanya bisamenundukkan diri kepada salah satu kuasa itu. jika kita menundukkan diri kepada kuasa Tuhan, maka kita lepas dari kuasa setan. Sebaliknya, jika kita menundukkan diri kepada kuasa setan maka kita lepas dari kuasa Tuhan.

            Ada dua kuk yg ditawarkan, yaitu kuk dari setan (kuk perhambaan/mamon) dan kuk dari Tuhan (kuk kelepasan). Kuk perhambaan mamon ini memberikan iming-iming kekayaan (ingin menjadi kaya) sehingga banyak yang tergoda utk memikul kuk itu (1 Timotius 6:6). Kesalehan dengan rasa cukup adalah membawa keuntungan. Namun, keinginan menjadi kaya akan membawa kita memikul kuk perhambaan mamon (baca juga Pengkhotbah 5:10). Versi CJB menuliskan bahwa pecinta uang akan tidak merasa punya cukup uang, pecinta kemewahan tidak akan merasa cukup dengan penghasilannya.

Ciri-ciri orang yang diperhamba oleh kuk perhambaan

1. Pikirannya dikuasai oleh uang, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang.

2. Tidak pernah puas,

3. Pikirannya hanya pada kenikmatan dunia

4. Hidupnya tidak ada suka cita dan damai sejahtera

5. Ujungnya kehancuran dan kebinasaan

            Oleh karena itu Tuhan berkata, “pikullah kuk yang Kupasang.” Bagaimana memikul kuk Tuhan? Artinya kita menundukkan diri kepada otoritas Tuhan, hidup dalam ketaatan akan firman Tuhan. Kita menjagai hati kita supaya tetap ada dalam firman Tuhan. Jika kita memikul kuk Tuhan, maka kita tidak akan mengalami kelelahan dan kebinasaan. Kuk Tuhan bisa kita pasang, bila kita punya sikap hati yang mau belajar.

Ciri-ciri orang yang memikul kuk dari Tuhan:

1. Memiliki hati yang mencintai Tuhan.

2. Pikirannya dikuasai firman Tuhan, kesukaannya merenungkan firman Tuhan siang dan malam.

3. Dia akan bekerja dengan iman dan mengandalkan Tuhan dalam segala hal.

4. Tidak serakah dan bisa bersyukur seberapapun yang Tuhan berikan, dan disertai dengan rasa puas. Apakah ini artinya kita tidak bisa kaya? Bisa! Tuhan katakan siapa yang setiadalam hal kecil, Tuhan akan percayakan hal besar

5. Tetap punya waktu-waktu dengan Tuhan

6. Hidup dalam damai sejahtera

            Memikul kuk Tuhan tidak harus jadi fulltimer, tetapi bekerjalah seperti untuk Tuhan, dalam pekerjaan kita sekarang. Tuhan sebenarnya tidak mau kita berlebihan dalam bekerja,tetapi bukan berarti kita bermalas malasan.Tetapi kita harus tetap punya waktu untuk Tuhan. Suatu contoh tentang orang yang mengandalkan kekayaannya ada dalam jemaat Laodikia.Tuhan memeringatkan jemaat di Laodikia yang mengandalkan kekayaan(Wahyu 3:15-22). Mereka merasa tidak butuh apa-apa lagi, padahal di hadapan Tuhan,mereka adalah orang yang malang, miskin, buta, dan telanjang. Karena, mata mereka sudahtertutup oleh mamon. Oleh karena itu, Tuhan menawarkan kuknya Tuhan.

KESIMPULAN

            Saat ini, Tuhan juga menawarkan kepada kita: “maukah kamu memikul kuk dari Tuhan?” Saat kita memikul kuk Tuhan, kita akan merasakan bahwa kuk-Nya itu enak dan ringan. Dan, hidup kita akan mengalami kemenangan.

Posted on October 3, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top