Jalan Tuhan

Oleh: Mrs. Lokky S. Tjahja

Kita harus bersyukur bila hidup kita ada dalam kehendak dan rencana Tuhan. Awalnya, manusia diciptakan sebagai makhluk yang mulia dan ada Roh Tuhan di dalamnya. Namun, dosa merusak semuanya, sehingga ada kekosongan di dalam hati manusia, yang seharusnya diisi oleh Tuhan. Bila kita mengikuti perintah Tuhan dan jalan-jalan Tuhan, artinya kita sedang berada di tempat yang aman. Meskipun kita hafal Kitab Suci, rajin berdoa, dan ke gereja; tetapi bila kita tidak melakukan firman Tuhan, itu percuma. Karena, firman Tuhan dan Roh Kudus yang seharusnya mengisi hidup kita. Namun, bila diisi dengan hal-hal lain, itu akan merusak hidup seseorang. Itulah alasannya Bapa di surga memerintahkan supaya kita mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak sejak mereka kecil. Jangan isi anak-anak kita dengan hal-hal dunia, apalagi dengan mamon.

Kita tahu dunia sekarang dipenuhi oleh orang-orang yang sakit jiwanya. Mengapa? Karena, firman Tuhan tidak ditaati. Saat seseorang melanggar firman Tuhan, pasti akan ada akibatnya. Sebab, firman Tuhan-lah yang bisa menuntun dan mengarahkan kehidupan kita menjadi baik. Mengapa banyak terjadi penyimpangan seksual? Sebab, firman Tuhan tidak ditaati. Banyak orang tua yang tidak mengisi anak-anaknya dengan firman Tuhan sejak mereka kecil. Jika kita mengisi anak-anak dengan konsep-konsep dunia, maka roh mammon yang akan menguasai mereka. Dan, roh mammon adalah roh yang sangat jahat. Sebab, akar segala kejahatan adalah cinta uang (1 Timotius 6:10). Oleh karena itu, orang yang dikuasai roh mammon tidak memiliki belas kasihan, pikirannya rusak, dan karakter Tuhan tidak bisa bertumbuh di dalam kehidupannya. Jadi, jangan heran bahwa di akhir zaman, kasih manusia menjadi dingin. Anak-anak berani melawan orang tua, manusia mencintai dirinya sendiri lebih daripada Tuhan.

Hal seperti ini sangat mengerikan. Karena itu, pakai kesempatan untuk mendidik anak-anak menjadi takut akan Tuhan. Anak-anak harus diisi oleh firman Tuhan. Tidak ada taburan yang lebih baik, kecuali firman Tuhan. Jangan hanya diisi motivasi untuk menjadi kaya.

Kita bersyukur Tuhan Yeshua datang sebagai terang di tengah dunia ini. Karena itu, kita harus mengalami terang Tuhan yang mengubahkan hidup kita. Apalagi menyimpan atau menyembunyikan ikatan-ikatan yang tidak tampak, padahal itu sebenarnya berbahaya. Tuhan sanggup mengubahkan hidup kita, asalkan kita mau. Sebab, di akhir zaman akan banyak tantangan yang luarbiasa, bahkan orang pilihan pun (bila tidak hati-hati) tidak selamat. Bila kita tidak berjalan di jalan-jalan Tuhan, kita tidak bisa menjadi terang dunia ini.

Jalan-jalan Tuhan (Mazmur 27)

Banyak orang tidak suka berjalan di jalan Tuhan, sebab jalan Tuhan itu sempit. Saat ini, kita sedang berada di tengah-tengah dunia yang tidak aman. Bila fokus kita pada dunia, kita akan ‘tertidur dan mabuk.’ Karena itu, ajari dan isi anak-anak dengan firman Tuhan. Kita harus memacu diri juga untuk hidup dalam jalan-jalan Tuhan (ay.11). Sebab, banyak pengintai di hidup kita, tetapi ada Tuhan yang akan melindungi (ay.5). Karena itu, kita harus tetap berada di dalam jalan-jalan Tuhan. Meskipun jalan itu sempit dan banyak orang tidak suka.

Pengertian jalan Tuhan

Kitab Mazmur menggambarkan jalan Tuhan dengan sebutan alur atau jalan setapak. Kata ‘alur’ muncul dalam Mazmur 77:20; 119:35, 105. Bahasa aslinya ‘nadib’ dan bahasa inggris, ‘path’ (jalan kecil, jalan setapak), yang menjadi akar kata “pathetic” (menyedihkan) dan “pathos” (menderita). Jadi, jalan setapak yang dimaksud adalah jalan yang tidak lepas dari penderitaan. Itulah alasannya manusia cenderung tidak menyukai jalan Tuhan. Jalan Tuhan akan memimpin kita pada keselamatan dan kehidupan yang kekal. Tuhan mungkin akan mengizinkan kita berjalan di jalan ‘salib’ dan penderitaan, bila itu yang dapat membuat jiwa kita selamat. Namun, jangan takut sebab Tuhan pasti memberikan kekuatan dan jalan keluar bagi kita.

Jalan Tuhan tidak terselami (Yesaya 55: 8-9)

            Pikiran kita dan pikiran Tuhan sangat berbeda. Sebab, tujuan Tuhan selalu pada perkara-perkara yang di atas, sedangkan manusia pada perkara-perkara di bumi. Saat kita menghadapi badai kehidupan, janganlah kita menjadi takut. Tetap pegang firman Tuhan dan cari kehendak Tuhan. Karena itu, jangan kelaur dari jalan Tuhan. Meskipun tidak enak, tetap jalani bersama dengan Tuhan.

Kesimpulan

Selalu ada kejaiban di dalam jalan-jalan Tuhan (Mazmur 71:7) dan bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Apa pun Tuhan sanggup lakukan. Karena itu, tidak ada pilihan lain selain tetap berjalan di jalan Tuhan.

Posted on October 19, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top