Ketakutan Menjelang Kedatangan Tuhan Yeshua

Lukas 21:1-38

Ps. Jonathan Wantoro

Hari-hari ini haruslah kita pakai untuk menyiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan. Dan, banyak orang diliputi rasa takut menjelang kedatangan Tuhan ini. Takut adalah kondisi pikiran, perasaan, keadaan yang tidak stabil dan gelisah. Takut artinya tidak memiliki kepastian. Dan, setiap hari semakin meningkat rasa takut memenuhi hati manusia. Tuhan sudah menyampaikan tentang hal-hal yang terjadi akhir zaman (Matius 24:6-13; Lukas 21:5-9). Kedurhakaan akan semakin meningkat, kasih memudar, egoisme semakin tinggi, dan ketakutan akan semakin bertambah. Namun sebagai orang percaya, kebenaran yang kita miliki seperti cahaya yang semakin hari semakin memancar. Karena itu, kita harus berharap pada Tuhan Yeshua. Sebab, hari Tuhan semakin mendekat (Lukas 21: 25-28)

Hari Tuhan semakin mendekat (Lukas 21:25-28)

Tanda-tanda hari Tuhan semakin nyata hari-hari ini. Kita dapat memerhatikan kondisi iklim yang ekstrim dan alam semesta (bulan, bintang, matahari). Sehingga, ketakutan semakin memenuhi hati manusia. Karena itu, kita harus sadar akan keadaan zaman ini. Sebab, Tuhan sudah memeringatkan kita melalui firman Tuhan. Dan, Tuhan bergerak untuk menghampiri orang-orang yang dikasihi-Nya. Karena itu, kita harus punya standar kekristenan, yaitu hidup kudus di hadapan Tuhan. Sebab, orang hebat, orang kaya, orang pandai yang tidak kenal Tuhan banyak, tetapi yang hidup kudus hanya dimiliki oleh anak-anak Tuhan. Kekudusan harus dimiliki anak-anak Tuhan supaya berkenan di hadapan Tuhan saat Tuhan menghampiri.

Penyerahan diri secara total kepada Tuhan

Sikap dalam menghadapi ketakutan adalah penyerahan diri secara total kepada Tuhan. Dan, Tuhan Yeshua sudah menunjukkan teladan ini pada rencana Bapa di saat-saat genting (Lukas 22:42; 23: 46). Penyerahan diri dapat kita lakukan dengan cara:

  1. Tindakan aktif dengan kesungguhan hati kepada Tuhan.
  2. Praktik hidup dalam menghadapi setiap keadaan tanpa ragu-ragu, sebab percaya sepenuhnya kepada Tuhan.
  3. Tidak mundur meskipun nyawa taruhannya. Seperti, Tuhan Yeshua yang tidak melarikan diri menghadapi ancaman (Lukas 22: 52-53). Supaya, rencana keselamatan dari Bapa untuk manusia dapat tergenapi.

Makna penyerahan diri Tuhan Yeshua

  1. Bersifat mutlak/absolut (tidak terbatas) bahkan nyawa diberikan.
  2. Penyerahan diri yang berdampak kepada pertumbuhan iman kita pribadi atau orang lain (pertobatan jiwa).
  3. Bentuk keteladanan untuk kita semua dalam kondisi paling buruk harus tetap berserah total kepada Tuhan Yeshua.

Pemeliharaan Tuhan (2 Timotius 1:12)

Tuhan kita adalah pribadi yang sangat bijaksana dan mahakuasa untuk memimpin dan memelihara hidup kita dalam berbagai krisis dan kesukaran. Kita bisa menikmati ketenangan dan bebas dari rasa takut tergantung penyerahan diri kita kepada Tuhan, yang disertai hubungan pribadi yang semakin intim dengan Tuhan (berdoa dan merenungkan firman Tuhan).

Tuhan akan memelihara kita bila hati kita penuh kegembiraan (Mazmur 37:4). Kegembiraan artinya bukan sekadar karena punya uang, sehat, atau berkat-berkat lain. Melainkan, gembira karena punya Tuhan yang menjamin kehidupan kekal (jaminan keselamatan).

Penyerahan diri adalah hal yang sukar

Tidak semua orang percaya bisa melakukan hal ini, apalagi penyerahan diri secara mutlak kepada Tuhan adalah hal ynag tidak gampang. Perlu keberanian untuk menghadapi kenyataan atau keadaan yang terjadi. Sebab, penyerahan diri harus didasarkan pada pengertian iman yang benar dan tulus apa pun keadaannya. Selama kita tetap memegang teguh standar kekudusan dan perintah Tuhan, janganlah takut.

KESIMPULAN

Jika kita dapat menyerahkan diriĀ  kepada TUHAN secara mutlak, maka kita dapat bertahan terhadap segala keadaan (saat senang tidak sombong, mengalami penderitaan justru semakin kuat). Penyerahan diri kepada Tuhan bukanlah suatu paksaan, tetapi kesadaran penuh untuk menyerahkan seluruh pengendalian dan kontrol hidup kita di tangan TUHAN.

Posted on December 8, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top