Mengerti Kehendak Bapa

Mrs. Lokky S.Tjahja

Bila kita punya mata rohani yang terbuka, kita bisa melihat keadaan dunia akan semakin gelap. Walaupun secara jasmani sepertinya dunia bertambah mewah dan gemerlapan. Firman Tuhan memberikan gambaran tentang dunia seperti Mesir. Saat Tuhan hendak membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, Tuhan memberikan tulah gelap gulita yang meliputi seluruh Mesir. Kitab Yashar mencatat bahwa kegelapan itu sangat pekat dan luarbiasa bahkan untuk bergerak sedikit saja mereka tidak bisa. Dan, dunia akan mengalami kegelapan yang luarbiasa di akhir zaman. Dosa akan meliputi dunia begitu rupa, sampai manusia tidak bisa membedakan apa yang benar dan mana yang tidak. Muncul banyak perkara yang abu-abu. Padahal firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus memakai pakaian putih bersih, yang mengambarkan perbuatan baik. Tidak ada pakaian yang abu-abu dalam kerajaan surga. Sebab, dosa adalah segala sesuatu yang melawan dan bertentangan dengan firman Tuhan. Karena itu, kita bersyukur bila kita disadarkan oleh Tuhan melalui firman-Nya. Firman Tuhan akan menuntun hidup kita seperti pelita yang menerangi jalan-jalan kita. Karena itu, marilah kita memacu diri untuk memahami firman Tuhan.

Dosa yang tidak disadari (Yakobus 4:13-17)

Rasul Yakobus memeringatkan bahwa jika kita tidak melibatkan Tuhan di dalam kehidupan kita, maka itu adalah dosa. Karena itu, selalu libatkan Tuhan dalam segala hal. Sebab, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan. Manusia sering menyombongkan dirinya, padahal dia tidak tahu apa-apa. Rasul Yakobus memberikan contoh tentang seseorang yang hendak memulai usaha atau bekerja, tetapi memakai rencananya sendiri (ay. 13). Tanpa bertanya-tanya dan mencari kehendak Tuhan. Biasanya, manusia memutuskan berdasarkan situasi dan kondisi atau pengalaman. Banyak orang menganggap doa dan bertanya-tanya pada Tuhan adalah hal yang merepotkan. Padahal jika kita tidak melibatkan Tuhan, maka di hadapan Tuhan; kita adalah orang yang angkuh (sombong) (ay.16). Banyak orang berpikir bahwa dia sudah punya harta dan kepandaian, apa pun bisa dilakukan tanpa bertanya-tanya kepada Tuhan. Karena itu, penting sekali mencari apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita. Sebab, belum tentu Bapa berkehendak atas keputusan yang buat, misalnya menentukan pasangan hidup, pekerjaan, jurusan kuliah, memilih sekolah, dan sebagainya. Itu adalah keputusan-keputusan penting yang seharusnya sudah kita tanyakan kepada Tuhan, sebagai pribadi yang memiliki dan punya rencana atas hidup kita. Saat kita menerima Tuhan Yeshua sebagai Juruselamat, kita harus tahu bahwa hidup kita menjadi milik Tuhan (Galatia 2:20). Karena itu, bila kita punya kehendak sendiri, artinya kita akan merusak rencana Tuhan atas hidup kita.

Mencari kehendak Tuhan

Kita tetap perlu mencari kehendak Tuhan, termasuk dalam hal-hal kecil. Misalnya, dalam hal memilih pakaian khususnya bagi perempuan. Terkadang ada model baju yang tidak pantas atau kurang sopan, sehingga kita tidak bisa memuliakan Tuhan. Karena itu, kita harus hidup dengan bijaksana di hadapan Tuhan. Dan, mengerti kehendak Bapa adalah hal yang sangat penting (Amsal 3:1-7). Karena itu, kita harus mengandalkan Tuhan, bila mengalami tahun-tahun kehidupan yang panjang dan mendapat damai sejahtera Tuhan. Seharusnya kita mengakui Tuhan di dalam segala jalan yang kita tempuh. Itulah sebabnya kehendak Tuhan tidak bisa sampai kepada anak-anak Tuhan. Karena, mereka tidak mengandalkan Tuhan di dalam hidupnya. Dan, hanya mengandalkan pengertiannya sendiri, misalnya mencari nasihat dari orang-orang yang dianggap berhikmat oleh dunia, bukan mencari nasihat dari firman Tuhan. Bila kita ingin melibatkan Tuhan, kita tidak boleh malas mencari Tuhan. Karena, kebanyakan orang Kristen hanya mau yang menyenangkan hatinya (keluarga tenang, pekerjaan baik, tidak ada masala, dll), tanpa memikirkan kehendak Bapa. Firman Tuhan selalu mengajarkan bahwa kita harus mencari wajah Tuhan, selama Dia masih bisa ditemui.

Mengerti kehendak Bapa dalah hal yang penting (Matius 7: 21)

Adalah hal yang tidak mudah untuk mengerti kehendak Bapa, bila kita tidak memiliki hubungan yang dekat dengan-Nya. Karena itu, kita harus selalu membangun hubungan dengan Tuhan. Bila kita tidak pernah waktu sendiri bersama Tuhan, mendengar suara-Nya,danĀ  tidak pernah membaca firman, lalu bagaimana kita bisa mengerti kehendak Tuhan. Karena itu, kita harus mengerti kehendak Tuhan, apalagi di akhir zaman seperti ini. Sebab, setan akan membuat kita keluar dari jalan-jalan Tuhan, karena saat ini ada peperangan yang luarbiasa terjadi di alam roh. Bila kita tidak mengerti kehendak Tuhan, kita akan gampang tertipu. Sebab, mengerti kehendak Tuhan adalah hal yang mendasar seharusnya dimiliki oleh anak Tuhan supaya hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus. Karena itu, kita harus punya waktu-waktu teduh yang intim dengan Tuhan setiap hari. Bila hidup kita tidak sungguh-sungguh dipimpin oleh Tuhan, kita akan gampang disesatkan.

Terkadang keinginan kita bisa menjadi penghalang untuk mengerti kehendak Bapa. Terkadang kita juga tidak sabar menantikan jawaban Tuhan (contohnya Saul). Keinginan hati kita kadang memaksa Tuhan untuk menuruti mau kita. Karena itu, perlu hati yang tulus bila ingin mengerti kehendak Tuhan dengan benar.

Belajar dari Daniel

Daniel adalah orang yang takut akan Tuhan bahkan disebut orang yang dikasihi Tuhan. Sebab, Daniel sangat mengasihi Tuhan. Daniel mendapat kedudukan yang tinggi dan disayangi oleh raja Darius. Namun, ada orang-orang yang iri dan ingin menyingkirkan Daniel, sehingga mereka mendesak raja untuk membuat peraturan bahwa selama 30 hari tidak boleh meminta sesuatu apa pun kepada ilah atau dewa, selain kepada raja. Karena, Daniel sangat mengasihi Tuhan, dia tidak mau berkompromi apa pun risikonya. Meskipun, dia harus bersiap untuk dimasukkan dalam gua singa. Namun, Daniel berketetapan hati untuk berdoa dan menyembah Tuhan 3 kali sehari. Daniel selalu punya waktu untuk Tuhan. Sikap Daniel menyatakan bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Tuhan. Dan, kita bisa melihat pembelaan Tuhan yang luarbiasa pada Daniel.

KESIMPULAN

Karena itu, kita harus memacu diri untuk mengerti kehendak Tuhan di akhir zaman ini. Dan, kita harus berpegang pada firman Tuhan (Wahyu 3: 10), supaya kita bisa diluputkan dari pencobaan. Kita harus tekun dan tabah melakukan firman-Nya tanpa kompromi, meskipun harus melawan arus dunia. Sebab, firman Tuhan adalah pelita dan untuk menghakimi kita (Yohanes 5:45). Karena itu, kita harus bersyukur bahwa Tuhan mengingatkan kepada kita untuk tidak membuang torah dan harus memerhatikan torah (firman Tuhan). Kehendak Tuhan pasti baik dan indah pada akhirnya.

Posted on November 24, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top