Menjadi Luar Biasa di dalam Tuhan

Yeremia 17: 5-8

Mrs Lokky S. Tjahja

Bila kita ingin menjadi orang-orang yang luar biasa, hidup kita harus dipenuhi dengan firman Tuhan. Ada dua tipe manusia di dalam menghadapi masalah. Tipe pertama, orang yang mengandalkan manusia (Yeremia 17:5-6). Sebenarnya, hatinya sudah menyimpang dari Bapa YHWH. Karena, mereka selalu mengharapkan kekuatan manusia. Seperti kekayaan, kuasa, jabatan, kekuatan fisik, dan sebagainya. Hidup mereka tidak menghasilkan buah-buah. Tipe ke dua, orang yang mengandalkan Tuhan (Yeremia 17: 7-8). Mereka tidak pernah mengalami kekeringan. Sebab, mereka tinggal di tepi aliran air sehingga akar-akarnya selalu basah, sehingga akan terus berbuah-buah.

Hidup yang berbuah-buah

Tidak hanya sekadar hidup yang berkelimpahan secara materi. Arti kata ‘berbuah’ dalam firman Tuhan, adalah hidup yang bisa menjadi berkat bagi orang lain dan memuliakan Tuhan. Saat orang melihat kita, mereka bisa melihat ada kuasa Tuhan di dalam hidup kita.

Buah-buah yang harus kita hasilkan adalah buah Roh Kudus. Yaitu, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, dan penguasaan diri. Hidup kita pun harus menjadi berkat bagi orang lain. Tidak perlu menunggu kaya dulu, baru memberkati. Namun, kita harus berani memberi, saat Tuhan memerintahkan. Sebab, yang Tuhan cari adalah orang-orang yang mengandalkan-Nya.

Orang yang mengandalkan manusia

Ciri-cirinya memiliki hati yang menyimpang dari Bapa YHWH. Artinya, hatinya tidak tertuju pada Tuhan. Hatinya tidak bisa percaya pada Tuhan sepenuhnya. Misalnya, saat menghadapi masalah atau tantangan, pikirannya langsung mengingat-ingat siapa saja yang bisa menolongnya. Padahal Tuhan punya banyak cara dan jalan yang terbuka untuk menolong kita. Sebab, Tuhan kita tidak terbatas. Karena itu, jangan mengandalkan manusia dan kekuatan kita (uang, harta, jabatan, dll).

Orang yang mengandalkan Tuhan

Hidupnya diberkati. Sebab, mereka menaruh percayanya kepada Bapa YHWH. Kadang, kita enggan mengandalkan Tuhan karena berpikir bahwa jawaban doa dari Tuhan pasti lama. Padahal, Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup dan pertolongan-Nya nyata. Bila kita sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan, artinya kita percaya kepada Tuhan. Dan, Tuhan sangat senang pada orang-orang yang memercayainya. Firman Tuhan mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Tuhan. Mengadalkan Tuhan, artinya tetap percaya meskipun belum melihat jawaban atas doa-doa kita. Saat kita berdoa, Tuhan akan memberikan hikmat-Nya. Kita harus berjalan dari iman ke iman. Karena itu, belajarlah mengandalkan Tuhan. Caranya dengan banyak berdoa kepada Tuhan.

Bila kita mengandalkan Tuhan, kuasa-Nya akan dinyatakan dalam hidup kita dan dalam segala hal. Juga, ingatlah untuk selalu bertanya-tanya pada Tuhan, apa yang menjadi kehendak Tuhan. Sebab, Tuhan yang tahu masa depan kita (Yakobus 4:13-17). Karena itu, andalkanlah Tuhan dalam segala hal di hidup kita. Dan, kita akan melihat kuasa-Nya dinyatakan.

Posted on September 15, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top