MENJAULAH DARI SODOM GOMORA

Ps. Lokky S. Tjahja

Semakin hari kejahatan semakin memuncak, sama seperti zaman Sodom dan Gomora sampai membuat Tuhan murka juga memuncak.Setelah itu, Tuhan akan melepaskan orang-orang benar-Nya. Karena itu, sebagai orang benar seharusnya kita menjauh, seperti yang dilakukan Lot (2 Petrus 2: 6-8). Tuhan mengharapkan peristiwa yang terjadi di Sodom dan Gomora menjadi peringatan bagi orang-orang fasik (ay.6). Seperti yang kita tahu, orang fasik adalah orang yang sudah mengenal firman, tetapi tidak menaati dan melakukannya. Jangan menganggap enteng firman Tuhan. Sebab, kejadian Sodom dan Gomora adalah hal yang nyata dan serius. Bukan berarti Tuhan tidak mengasihi, melainkan kasih Tuhan adalah kasih yang adil, yang juga menghajar kita untuk mendisiplinkan (Wahyu 3:19). Karena, kasih Tuhan akan membawa kita ke surga.

Orang benar yang sungguh-sungguh benar akan merasakan, seperti Lot, yang menderita dan tertindas (ay.7). Setiap kita yang ingin hidup benar, roh kita merasa tertekan dan terintimidasi karena dunia yang semakin jahat. Namun, kita harus tetap memegang teguh firman Tuhan dengan pertolongan Roh Kudus. Karena itu, bila roh kita tidak merasakan apa-apa di masa sekarang, waspadalah. Sebab, Lot merasakan jiwanya tersiksa karena melihat hal-hal yang jahat (ay.8). Karena itu, bagian kita sebagai orang benar adalah hati dan pikiran yang menjauh dari kejahatan-kejahatan Sodom Gomora.

Sodom dan Gomora sebagai contoh (Yudas 1:7)

Sodom dan Gomora merupakan gambaran perbuatan kejahatan dan percabulan yang sangat menjijikkan di hadapan Tuhan. Dan, orang-orang yang hanya mencari kepuasaan daging akan hanyut di dalamnya, siapa pun itu. Karena itu, jangan tertidur. Banyak orang Kristen justru ribut sendiri dan kurang terpacu untuk memberitakan injil. Padahal firman Tuhan memeringatkan bahwa hanya sedikit orang yang diselamatkan karena jalan-Nya sempit dan pintu-Nya sesak. Namun, biarlah setiap kita berdoa menjadi bagian dari yang sedikit itu. Pacu diri lebih dekat dengan Tuhan dan melakukan perintah-Nya. Jangan mengurusi urusan dunia saja. Sebab, hidup di dunia ini hanya 70-80 tahun dan banyak membuang tenaga di situ, sedangkan sisanya yang kekal tidak dipikirkan. Karena itu, setiap kebenaran yang disingkapkan harus kita lakukan dan bagikan kepada orang lain juga. Semua kita harus bergerak dalam rencana Tuhan, sebab waktunya sudah sangat singkat. Oleh karena itu, kita harus punya hati terhadap perkara-perkara kekal.

Firman Tuhan mengatakan bahwa saat Anak Manusia hendak menyatakan diri-Nya, kejahatan manusia sama seperti zaman Lot (Lukas 17:28-30). Bukan berarti kita tidak boleh berjualan atau berbisnis, melainkan pakai hasilnya untuk tujuan kekekalan dan tetap memberikan waktu-waktu untuk Tuhan. Karena itu, jadilah orang-orang yang sungguh-sungguh benar. Artinya, benar di hadapan Tuhan dan manusia.

Cara menjauh dari Sodom Gomora

Memang tidak gampang untuk menjauh dari hal-hal yang ada di dunia ini. Kita yang sudah ada di lingkungan yang jahat, tidak mudah untuk keluar. Karena itu, berhati-hatilah dan jangan bermain-main dengan dosa. Begitu dosa mengikat kita, setan tidak akan dengan gampang melepaskan kita. Mari kita belajar dari kisah Lot tentang cara menjauh dari Sodom Gomora, yaitu:

  1. Berdoa syafaat

Ada orang-orang yang berdoa syafaat bagi Lot, yakni Abraham. Tuhan membangun sebuah komunitas sebagai gereja harus berfungsi sebagai pendoa syafaat. Fasilitas seperti doa estafet digunakan untuk mendukung doa umat Tuhan, hamba-hamba Tuhan, mendoakan proyek-proyek yang Tuhan percayakan, mendoakan supaya kita tetap berada dalam rencana Tuhan dan memakai kita lebih lagi. Doa adalah hal yang luar biasa.

Lot bisa dibebaskan karena ada Abraham yang bersyafaat (Kejadian 19:29). Tuhan menyelamatkan Lot karena mengingat doa-doa Abraham. Karena itu, bila kita sungguh-sungguh tertanam di gereja dan melakukan kebenaran dengan sungguh-sungguh, kita pun akan mengalami kuasa doa. Seperti, Abraham yang terus-menerus bersyafaat kepada Tuhan untuk Lot, kita pun harus memacu diri memiliki waktu-waktu doa untuk bersyafaat di hadapan Tuhan.

  1. Pilihan yang tepat

Sejak awal Lot memang tidak memilih dengan tepat (Kejadian 13: 8-13). Lot memilih berdasarkan apa yang kelihatan dan menurut akal/pikirannya baik tanpa bertanya-tanya lebih dulu kepada Tuhan. Berbeda dengan Abraham, yang mengutamakan mata iman dan bertanya-tanya pada Tuhan (2 Korintus 5:7). Karena itu, kita harus belajar memilih yang tepat, yang bukan berdasarkan apa yang kita lihat, melainkan apa yang kita percayai. Jangan memilih hanya karena mata jasmani dan logika tampak baik. Sebab, belum tentu apa yang tampak baik, adalah sungguh-sungguh baik di hadapan Tuhan. Jadi, datang dan bertanyalah kepada Tuhan sebelum kita memutuskan untuk memilih.

KESIMPULAN

Banyaklah berdoa dan berjaga-jaga sebab arus dunia begitu kuat dan menekan. Jangan sampai kita terhanyut. Mintalah Roh Kudus untuk selalu mengingatkan dan menuntun langkah-langkah hidup kita supaya saat Tuhan datang kita siap dan kedapatan berkenan di hadapan-Nya.

Posted on October 19, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top