PRIORITAS

Matius 6: 33

Oleh: Pdt. Ir. Lokky S.Tjahja

Tanpa kita sadari di akhir zaman ini banyak orang percaya, yang terkena penyakit “kekhawatiran.” Dampaknya bagi kita yang tidak bisa lepas dari kekhawatiran, adalah membuat kita sulit untuk menentukan prioritas hidup selama ada di dunia. Padahal, persoalan prioritas sangat penting kita miliki sebab akan berkaitan dengan kekekalan.

Konteks Kekhawatiran

Kekhawatiran disebut sebagai penyakit. Sebab, hampir semua orang dikuasai oleh roh kekhawatiran di akhir zaman ini. Beberapa segi yang bisa terjangkit penyakit kekhawatiran, antara lain:

  1. Memberi sedekah (Mat 6 : 1-4)

Persembahan dilakukan selama kita masih hidup di dunia. Karena, setelah kita meninggal, persembahan sudah tidak diperlukan lagi. Oleh karena itu, saat kita masih hidup di dunia, pasti terjadi pemisahan antara orang yang mengikuti  Bapa di Surga dan yang mengikuti bapa pendusta. Orang yang bisa memberi persembahan berarti hidupnya mengikuti Bapa di Surga.

Sebaliknya, bila mengikuti bapa pendusta/ iblis akan sulit untuk memberi persembahan. Karena, mungkin berpikir untuk menunda kalau sudah berusia tua, kalau sudah cukup, atau kalau sudah kaya. Hal-hal itu akan membuat kita tidak akan pernah memberi persembahan.

  1. Doa kepada Bapa (Matius 6:5-15)

Saat berdoa kepada Bapa, kita harus menyadari bahwa Bapa adalah pemilik Surga. Karena itu, jikaa kita memiliki dosa atau tidak berolehpengampunan dari Bapa, maka kita harus mengampuni kesalahan orang lain. Sehingga, kita bisa diampuni. Sebab, jika kita tidak bisa mengampuni orang lain, maka Bapa di Surga juga tidak akan mengampuni kita.

Doa tidak selalu identik dengan hal rohani. Sebab, hal itu tergantung kepada siapa kita berdoa dan bagaimana doa-doa yang kita serukan.

  1. Puasa (Mat 6: 16-18)

Puasa dilakukan bukan untuk dipamerkan, melainkan harus sungguh-sungguh dilkaukan untuk meminta perkenanan Bapa.

  1. Mengumpulkan harta di surga ( Mat 6: 19-24 )

Selama kita hidup di dunia, pada akhirnya kita akan diperhadapkan pada dua pilihan, yakni mengabdi kepada Bapa atau mengabdi kepada Mamon. Tentunya kita akan memilih mengabdi kepada Bapa, tetapi dalam pelaksanaannya tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak orang percaya, yang terjebak dengan hidup mengabdi kepada mammon sebagai tuannya.

Pilihan kita di dunia (Mat 6: 24)

Hanya ada dua pilihan selama kita di dunia, yakni hidup mengabdi kepada Elohim atau mengabdi kepada Mamon. Elohim adalah Bapa YHWH yang telah mengasihi kita melalui Tuhan Yeshua. Dia sudah menyediakan tempat di surga bagi orang yang percaya. Sedangkan, mammon adalah bapa segala penipu (Iblis) yang mewujudkan diri sebagai malaikat terang dengan menawarkan kegemilangan yang berujung di neraka.

KESIMPULAN

Carilah kebenaran dan prioritaskan Tuhan supaya kita bisa sampai kepada kekekalan, yakni kehidupan kekal bersama dengan Tuhan.

Posted on November 15, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top