SETIA

2 Timotius 2:11-13

Ps. Ir. Lokky S. Tjahja

Banyak orang beranggapan bahwa berserah (pasrah) kepada Tuhan, berarti tidak berbuat atau tidak melakukan apa pun di dalam kehidupannya. Karena, Tuhan pasti akan memberkati, melindungi, dan lain-lain. Pengertian-pengertian tersebut salah, sebab kehidupannya tidak membawa dampak atau pengaruh yang baik (tidak menjadi berkat) bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Hal ini juga membuat orang Kristen tidak punya prestasi yang melebihi orang-orang dunia. Seharusnya, kita yang sudah percaya dan menjadi anak-anak Tuhan; menyadari dan tahu bahwa berserah kepada Tuhan, berarti kita melakukan sesuatu (melakukan dan mempraktikkan kebenaran firman-Nya). Sehingga, kita bisa melihat dan mengalami kebesaran, mujizat, dan kedasyatan kuasa-Nya di dalam kehidupan kita. Asalkan kita tetap setia melakukan dan mempraktikkan setiap ketetapan-ketetapan-Nya (firman Tuhan)

Pengertian tentang setia (2 Tim 2:11-13)

Pintu masuk ke surga sesak, jalannya sempit, dan sedikit orang yang masuk (Mat. 7:13-14). Diperlukan tindakan untuk tetap setia, berkenan, dan berjuang sampai akhir, supaya bisa melewati dan masuk ke dalam surga.  Kita semua berjuang untuk bisa masuk surga, sehingga kita jangan saling menghakimi satu dengan yang lain. Sebab, surga milik Bapa sendiri. Karena itu, kita tidak punya hak atau kuasa untuk menentukan siapa saja yang bisa masuk ke surga.

Semua hal yang kita lakukan dan kerjakan harus disertai dengan hikmat yang berasal dari firman Tuhan, supaya kita bisa bertahan untuk tetap setia sampai akhir. Jika kita semakin mengenal Tuhan dengan benar, maka kita akan mengalami eksistensi Tuhan di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Pengenalan Tuhan dengan benar akan membuat seseorang mengalami perubahan-perubahan hidup yang sesuai dengan ketetapan-ketetapan firman-Nya. Karena, telah melihat dan mengalami janji-janji Tuhan di dalam kehidupannya. Setia untuk berpegang teguh kepada ketetapan-ketetapan Tuhan, yang akan membuat seseorang bisa mengalami janji-janji Tuhan (2 Tim 2:13).

Perbedaan atau perbandingan tentang kesetiaan Tuhan dan manusia


Kesetiaan Tuhan

  • Tuhan pasti dijamin setia, sebab Tuhan tidak bisa menyangkal diri-Nya → Jangan pernah kita meragukan kesetiaan Tuhan kepada kita.
  • Tuhan pasti tetap teguh pada perjanjian-Nya (firman Tuhan)
  • Pendirian Tuhan tidak akan pernah berubah. Perintah atau ketetapan-Nya tetap dan tidak berubah.

Kesetiaan manusia

  • Sering masih menyangkali dirinya
  • Masih tidak berpegang teguh kepada firman-Nya
  • Masih berubah-ubah dalam pendirian
  1. Tuhan menginginkan kita tetap setia sampai akhir (Mat. 24:13)

Karena itu, kita harus setia kepada Tuhan. Kenalah Tuhan dengan benar, supaya eksistensi kesetiaan Tuhan berpengaruh di dalam kehidupan kita. Sehingga, secara otomatis kita juga akan semakin setia kepada Tuhan sampai akhir. Jika kita mengenal Tuhan dengan benar, maka ada dorongan untuk memacu diri untuk lebih setia sampai akhir. Tuhan akan memberikan kemampuan dan kekuatan kepada kita, bila kita bisa setia kepada-Nya sampai akhir.

Tujuan setia (Luk. 16:10)

Tuhan menghendaki kita untuk tetap setia sampai akhir, yaitu kehidupan yang berbuah-buah. Berdampak dan menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekitar kita. Caranya, harus dimulai dengan setia pada perkara kecil, supaya Tuhan bisa memercayakan perkara-perkara yang lebih besar. Ayat ini juga dapat direlasikan  dengan perumpamaan mina dan talenta. Semua berkaitan dengan melakukan tindakan atau dikerjakan. Contohnya, yang punya lima talenta tidak dipendam, tetapi dikerjakan untuk berlipat ganda. Sama halnya dengan kehidupan kita, yang harus bisa berbuah-buah dengan melakukan sesuatu yang bisa berdampak bagi orang lain. Sehingga, saat mengalami janji-janji Tuhan; kita bisa melihat dan mengalami keajaiban, mujizat, kuasa, dan kedasyatan-Nya terjadi di dalam kehidupan kita.

Kesimpulan

Kesetiaan kepada Tuhan harus disertai dengan tindakan untuk memacu diri menganal Tuhan dengan benar. Supaya, kita bisa mengalami janji-janji Tuhan. Dan, kita bisa melihat serta mengalami keajaiban, mujizat, dan kedasyatan Tuhan.

Posted on August 21, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top