SH’MA

Markus 12: 28-29

Oleh

Pdt. Dr. Sunaryadi Setiawan

 

            Sikap yang betul sebagai orang percaya adalah menempatkan diri dalam posisi sebagai murid dan hamba Tuhan. Ini akan membuat kita aman dan tidak jatuh dalam kesombongan. Jika orientasinya menjadi anak Raja, maka akan membuat kita mudah terpeleset dan tidak akan beroleh keberhasilan.

Salah satu cara untuk memperoleh keberhasilan dalan kehidupan kita adalah dengan SH”MA. Melakukan Sh’ma, bukan berarti kita mengajarkan Yudaisme, tetapi ini juga bagian kembali ke akar Ibrani.

Pengertian Sh’ma

Tuhan Yeshua ditanya atau diuji oleh para ahli kitab tentang perintah yang paling utama. Dan, Tuhan Yeshua menjawab, “Shema Yisrael YHWH Eloheinu, YHWH echad” (Dengarlah hai Israel, YHWH itu Elohimmu, YHWH itu Esa).

Tuhan Yeshua tidak mengajarkan ajaran lain,  tetapi ada hal penting juga yang bisa kita pelajari, yaitu Sh’ma. Sh’ma merupakan deklarasi utama atau pusat terpenting dari iman Yahudi. Juga, semboyan inti/pusat/pondasi dari seluruh ajaran Alkitab yang menyatakan bahwa Tuhan adalah satu/ satu-satunya/unik. Dan, firman-Nya adalah satu-satunya sumber otoritas tentang Tuhan dan manusia, serta hubungan antara keduanya.

Sh”ma merupakan doa terpenting dalam ibadah di Sinagoga mulai zaman Bait Suci yang ke dua sampai hari ini dan sampai masa yang akan datang (Zakharia 14 : 9).

YHWH satu-satunya dan NamaNya pun satu.

Kita tidak menyembah tiga Elohim, tetapi  satu Elohim. Dalam Tanakh, terdapat banyak tafsiran secara rmez (petunjuk ), bahwa struktur terdalam (inner structure) dari Tuhan yang unik ini meliputi Bapa, Putra, dan Roh Kudus ( Yes 48 : 16, Kej 1: 26 ). Dalam versi CJB (Complete Jews Bible) kata “echad,” berarti satu kesatuan (bandingkan dengan kata yachid,” artinya satu tunggal )

Sh’ma merupakan doa paling awal yang diajarkan kepada bayi dan paling akhir diucapkan sebelum kematian. Shma juga diucapkan dua kali setiap hari seumur hidup. Yang menyatakan bahwa Tuhan, adalah satu dan satu-satunya, serta kewajiban kita adalah untuk mengasihi Dia.

Manfaat Sh’ma

Ada banyak manfaat ketika kita mengucapkan Sh’ma, asalkan hidup kita benar di hadapan Tuhan dan mengucapkannya dengan pengertian yang benar. Manfaatnya, antara lain :

  1. Memohon syafaat kepada Tuhan

            Sh”ma juga bisa sebagai doa syafaat kepada Tuhan saat memuji Tuhan, beribadah, menyembah Tuhan, dan sebagainya.

  1. Menyatakan bahwa kita adalah saksi Tuhan

Dalam pemahaman bangsa Yahudi ada pengertian yang tersembunyi di balik kata echad. Dalam huruf Ibrani, E dan D memiliki arti witness (saksi). Bila hidup kita benar dan berbuah-buah, hidup kita akan menjadi saksi atau terang Tuhan bagi dunia.

  1. Roh jahat akan lari

Nama Tuhan Yeshua adalah Nama di atas segala nama. Sh’ma adalah bentuk kita mendeklarasikan Nama Tuhan yang kudus, sehingga tidak boleh sembarangan. Namun, harus dengan khidmat dan hormat dalam pengertian yang benar. Sebab, Nama-Nya akan memberikan kita perlindungan. Yaitu, kita yang hidup benar dan mengasihi Tuhan.

  1. Mengalahkan kedagingan (yetzer ha rak )

Roh Kudus akan menolong kita untuk mematikan keinginan-keinginan daging kita. Karena itu, kita harus mengakui (Sh’ma) bahwa Tuhan-lah yang menjadi pemilik hidup kita. Dia yang harus berkuasa atas hidup kita, sehingga Roh Elohim (Roh Kudus) akan memimpin dan memampukan kita mengalahkan keinginan-keinginan daging.

  1. Seruan untuk mempersatukan

Sh’ma juga adalah salah satu bentuk seruan bahwa kita bersedia tunduk pada otoritas Tuhan dan bersedia melakukan ketetapan Tuhan (dipersatukan dengan Tuhan). Tidak hanya dengan Tuhan, tetapi juga bersatu dengan diri sendiri (kesatuan roh, jiwa, dan tubuh). Dan, mempersatukan kita dengan saudara seiman, serta dengan bangsa pilihan. Seperti visi gereja kita tahun ini adalah Together in unity.

Perbedaan Akar Ibrani dan Akar Yunani

Kembali ke akar Ibrani akan menghasilkan iman yang mempersatukan, sebaliknya ciri akar Yunani adalah perpecahan. Ciri akar ibrani, adalah PL + PB, sedangkan akar Yunani mempertentangkan PL dan PB. Torah adalah kasih karunia, merupakan ciri akar Ibrani; sedangkan akar Yunani mempertentangan antara Torah dengan kasih karunia.

Kebenaran tentang iman dan perbuatan menjadi ciri akar Ibrani, sedangan iman dipertentangkan dengan perbuatan adalah ciri akar Yunani. Dalam hal pengajaran roh, jiwa, dan tubuh merupakan kesatuan yang mejadi ajaran Tuhan Yeshua (ciri akar Ibrani), sedangkan akar Yunani mengajarkan ro dan jiwa melawan tubuh (ajaran Plato).

Saat kita bersatu mendeklarasikan Sh’ma dengan kavanah (khidmat), Tuhan mendengar dan akan menggenapi Yesaya 55 : 11.

Mengasihi Tuhan

Salah satu bukti kita mengasihi Tuhan adalah dengan mengakui Bapa YHWH (Sh’ma) sebagai Tuhan pencipta semesta melalui hidup benar dan takut akan Tuhan. Bila kita sudah dipenuhi dengan kasih Tuhan, Roh Kudus akan menolong kita untuk bisa mengasihi sesama. Artinya, kita terlebih dahulu mengenal Tuhan yang unik, yang melepaskan kita dari dosa dan melayakkan kita didiami Roh Kudus, sehingga kita bisa dipimpin oleh Roh Kudus.

Roh Kudus akan memampukan kita melaksanakan Torah Tuhan. Kesempurnaan Sh’ma ada dalam diri Tuhan Yeshua

KESIMPULAN

Tuhan Yeshua mengajarkan tentang Sh’ma supaya kita mengerti bahwa Bapa YHWH adalah satu-satunya Tuhan. Yang sudah memberikan diri-Nya melalui Tuhan Yeshua untuk menebus kita dan melayakkan kita menjadi anak-anak adopsi-Nya.

Posted on August 21, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top