Spirit Akhir Zaman

Ps. Ir. Lokky S. Tjahja

Tanpa kita sadari, waktu yang kita lewati semakin hari semakin maju dan semakin mendekati akhir dari rencana Tuhan. Kehidupan tanpa ada beban dan pergumulan akan mudah membuat kita mengikuti arus yang tidak mempunyai arah tujuan yang jelas. Sehingga, membuat tidak bisa belajar dari setiap kejadian atau keadaan yang terjadi di dalam kehidupan kita. Justru sebaliknya, jika, kita mempunyai beban dan pergumulan di dalam kehidupan kita, maka hal tersebut akan melatih kita supaya tetap ada di dalam kehendak dan rencana-Nya. Jika, kehidupan kita mempunyai beban dan pergumulan, maka sebenarnya ada hati Tuhan yang mengasihi kita. Dia, memberikan kekuatan dan penghiburan untuk setiap hal yang terjadi di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Tuhan sangat menginginkan dan merindukan untuk kita tetap ada di dalam kehendak dan rencana-Nya. Dan, Dia sangat tahu kemampuan dan batas kekuatan kita untuk menghadapi hal tersebut.

  1. Spirit akhir zaman

Seseorang yang tidak mempunyai hubungan terus bersama dengan Tuhan, akan mudah terseret dengan arus dunia yang akhirnya melakukan hal-hal dosa. Dosa yang membuat seseorang kehilangan kemuliaan Tuhan, sehingga mau untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran dan perintah-perintah-Nya. Sehingga, hal-hal yang berhubungan dengan dosa dianggap hal yang sepele dan remeh. Tetapi, seseorang yang terus menjaga hubungan bersama dengan Tuhan akan lebih berhati-hati dan berjaga-jaga dalam menghadapi kehidupan. Supaya tidak keluar atau menyimpang dari jalan-jalan-Nya.

Dosa tidak bisa dianggap hal yang remeh dan sepele, sebab hal tersebut akan membuat kita tidak bisa mengerti dan berada di dalam rencana-Nya. Apabila, kita pernah melakukan dosa, harus ada tindakan untuk mengakui (meninggalkan hal yan tidak berkenan di hadapan Tuhan) dan dibongkar. Supaya, saat kita sadar ada hal yang dapat kita pelajari.

Situasi akhir zaman akan membawa anak-anak Tuhan keluar dari rencana-Nya. Dengan jebakan atau tipuan yang telah iblis siapkan. Anak-anak Tuhan akan mudah keluar dari rencana dan kehendak-Nya, apabila tidak berjaga-jaga dan berhati-hati dalam menghadapi kehidupan. Berjaga-jaga dan berhati-hati dengan cara selalu mempunyai hubungan terus bersama dengan Tuhan. Sehingga, Roh Kudus akan memberikan hikmat untuk kita bisa menghindari atau menghadapi jebakan iblis.

  1. Umat yang dikasihi-Nya terhindar dan terlindungi (Luk. 17:28-30)

Peristiwa yang dialami oleh Lot (orang yang dikasihi Tuhan), yang terhindar dari hujan api dan belerang. Menunjukkan bahwa Tuhan menghindarkan umat yang dikasihi-Nya dari bahaya. Umat yang dikasihi-Nya adalah orang-orang yang tetap berada di dalam jalan-jalan Tuhan dan tidak sembarangan dalam menghadapi kehidupan. Kehidupan yang selalu disertai dengan hati takut akan Tuhan membuat kita untuk selalu berjaga-jaga dan berhati-hati. Jika, seseorang terus menjagai hidup takut akan Tuhan, maka dia akan sembarangan dalam menghadapi kehidupan. Iblis tahu kelemahan kita, jangan sedikitpun memberikan kesempatan kepada iblis untuk memperdaya. Seseorang yang dikasihi Tuhan akan terhindar dan terlindungi, apabila terus hidup di dalam ketetapan dan perintah-Nya dengan pertolongan Roh Kudus. Tuhan mengeluarkan Lot dari Sodom dan gomora sebelum Tuhan menurunkan hujan api dan belerang yang membinasakan mereka. Keadaan Sodom dan gomora yang terjadi di zaman Lot, akan terjadi kembali di zaman ini. Sebab, perbuatan manusia semakin hari semakin jahat. Memikirkan keadaan dirinya sendiri, tanpa peduli keadaan atau kebutuhan orang-orang yang ada di sekitarnya, sehingga, melakukan dosa merupakan hal yang biasa. Hal tersebut, membuat dosa semakin memuncak.

  1. Dosa di akhir zaman (1 Kor. 6:9-10)

Dosa-dosa akhir zaman sudah terjadi di dunia. Cabul, penyembah berhala, pezina, banci, homoseks, pencuri, tamak, pemabuk, pencerca, pemeras. Mereka tidak menyadari dan dianggap sebagai hal yang biasa. Dan, tidak ada rasa malu setelah melakukan dosa-dosa tersebut. Jika, kita tidak cepat untuk sadar dan berbalik bertobat, maka dosa tersebut akan membawa kepada dosa yang lain. Sehingga, untuk bisa terbebas dan terlepas dari dosa sangat sulit. Sebab, semakin seseorang jatuh dan tidak ada keinginan untuk bangkit, semakin dalam juga orang tersebut akan jatuh. Pilihan untuk hidup berkenan atau melakukan dosa adalah diri kita sendiri.

  1. Darah-Nya menguduskan dan membenarkan (1 Kor. 6:11-12)

Melalui darah Tuhan Yeshua membuat seseorang yang bertobat menjadi kudus dan dibenarkan untuk menjadi manusia baru. Ada proses yang dilewati untuk menjadi manusia baru. Kita tahu batas kemampuan kita untuk bisa melewati proses, tetapi jangan bermain-main dengan dosa. Tidak ada sedikitpun untuk bisa berkompromi dengan dosa. Tidak ada dosa kecil ataupun besar. Sebab, upah dosa adalah maut. Darah-Nya memberikan jaminan, supaya kita terbebas dari dosa. Kebebasan supaya kita mengalami kemerdekaan untuk menang dari dosa. Terlepas dari setiap belenggu-belenggu dosa yang mengikat.

  1. Keterikatan (1 Kor 6:13-14)

Keterikatan terhadap sesuatu terkadang tidak disadari, untuk bisa menyadari sudah terikat atau belum bisa di cek dari cara kita menyikapi hal tersebut. Sebab, jika seseorang sudah mulai terikat dengan satu hal dan belum terlepas, maka ada ikatan lain lagi yang akan mengikat. Contohnya, terikat dengan uang, menarik rasa kuatir, cemas, gelisah dan akhirnya tidak mengandalkan Tuhan. Dan, untuk mencek, seseorang tidak terikat dengan uang. Orang tersebut akan bersyukur, tidak kuatir, tidak cemas. Kuncinya adalah kita terus melekat kepada sumber yang memberikan aliran berkat (Tuhan Yeshua).

Kesimpulan

Kita harus percaya, bahwa kita memiliki Tuhan yang besar. Dia sanggup melakukan perkara-perkara di luar pemikiran kita. Tuhan merindukan untuk kita bisa taat dan mempraktikkan kebenaran firman-Nya, supaya spirit akhir zaman tidak kita alami.

Posted on January 16, 2018 in Sermon

Share the Story

Back to Top