Tempat Perlindungan yang Tuhan Sediakan

Mrs. Lokky S.Tjahja

Setiap akhir tahun adalah waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. Kita bisa memeriksa hidup di hadapan Tuhan dan sadar akan keberadaan kita. Bila kita perhatikan hari-hari ini berlalu dengan begitu cepat. Seperti dalam Zefanya 2: 1-3 yang mengingatkan kita bahwa di akhir zaman banyak orang menjadi acuh tak acuh terhadap kehendak Tuhan. Dan, akan datang murka Tuhan pada suatu hari, karena manusia menjadi sangat jahat. Yaitu, memberontak dan meninggalkan Tuhan. Karena itu, kita harusnya lebih waspada dan berhati-hati dengan hidup kita. Nasihat Zefanya adalah supaya kita mencari kebenaran Tuhan dan kerendahan hati.

Kiranya kita dilindungi pada hari murka Tuhan (Zefanya 2:3)

Apakah kita sadar bahwa hari Bapa YHWH yang penuh kegentaran semakin mendekat? Apakah kita siap menghadapinya? Dan, ada hari untuk kita dipanggil dan memertanggungjawabkan apa yang kita lakukan semasa hidup di dunia. Biarlah kita memeriksa diri apakah kita sudah ada dalam perlindungan Tuhan. Sebab, kita tidak tahu apa yang kita hadapi di tahun 2018 dan kapan kita dipanggil oleh Tuhan. Yang jelas firman Tuhan mengatakan bahwa dunia tidak semakin baik.

Firman Tuhan yang disampaikan dalam ibadah-ibadah terkadang tidak enak didengar. Namun, sepertinya Tuhan ingin memersiapkan kita melewati masa-masa yang sulit.

Mazmur 32: 1-11

Ayat 4 menjelaskan bahwa bila kita melakukan kesalahan, tetapi tidak melakukan pemberesan di hadapan Tuhan. Tangan Tuhan seolah menekan kita. Ayat 6 dalam versi LAI, “Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui;” artinya akan ada saatnya Tuhan tidak dapat kita temui lagi. Melalui ayat-ayat ini Tuhan ingin menegaskan tentang tempat perlindungan (ayat 10).

Perlindungan seperti apa yang Tuhan berikan? Sebelumnya, kita perlu tahu tujuan yang setan kerjakan (menyerang, memberi masalah, dll) dalam hidup anak-anak Tuhan, yaitu supaya iman kita padam, supaya kita tidak selamat, dan supaya kita tidak sampai kepada Bapa. Bahkan, supaya kita tidak mendapatkan hidup kekal yang Bapa sudah berikan melalui karya keselamatan yang dikerjakan oleh Tuhan Yeshua.

Bapa di surga sangat mengasihi kita. Dan, Bapa tidak mau pengorbanan Tuhan Yeshua di atas kayu salib menjadi sia-sia. Kalau kita dilimpahi berkat, tetapi kita justru ingin jalan-jalan atau menghabiskan untuk kesenangan. Mungkin Tuhan akan izinkan untuk berkat itu ditarik dari hidup kita. Bila kita dilimpahi kekuatan dan kesehatan jasimani, tetapi lebih banyak menghabiskan waktu di tempat-tempat club. Mungkin Tuhan akan mengizinkan kesehatan kita terganggu. Karena itu, Tuhan memberikan perlindungan kepada kita. supaya, suatu saat kita akan kembali kepada Tuhan. Perlindungan supaya kita tidak dihancurkan oleh murka Tuhan. Kita perlu tahu bahwa pemberontakan kita berakibat konsekuensi yang harus kita terima. Contohnya, Sodom dan Gomora; Adma dan Seboin, kota Pompeii (terkenal dengan kota maksiat) dihancurkan oleh Tuhan. Dan, kita tahu bahwa dunia semakin hari semakin jahat. Karena itu, kita butuh tempat perlindungan.

Tempat perlindungan Tuhan (Matius 7: 24-29)

Sebelum banjir besar datang (malapetaka), kita harus punya tempat perlindungan. Tuhan Yeshua mengingatkan bahwa kita harus mendengar firman Tuhan dan melakukannya. Jangan menjadi seperti orang bodoh. Setiap minggu datang ke gereja dan mendengar khotbah, tetapi tidak melakukannya. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita yang mendegar dan melakukan firman seperti orang yang membangun rumah di atas batu karang. Dan, ‘rumah’ yang dimaksud di sini mengambarkan tempat perlindungan kita.

Pengertian rumah secara fisik adalah melindungi kita dari panas, hujan, dan gangguan-gangguan yang lain. Jadi, bila kita mendegar firman Tuhan dan melakukannya artinya kita sedang membangun suatu tempat perlindungan untuk hidup kita. Perlindungan dari segala serangan si jahat, yang bisa datang kapan saja dan dengan berbagai cara. Namun, ada banyak orang yang tidak peduli untuk membangun tempat perlindungan. Karena itu, jangan heran bila ada banyak anak Tuhan yang berjatuhan terkena serangan si jahat. Hari ini, Tuhan mengingatkan kita untuk menjadi orang yang pandai dan bijaksana untuk membangun tempat perlindungan. Sebab, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di tahun 2018.

Saat kita menaati perintah-perintah Tuhan, artinya kita sedang membangun tempat perlindungan, sehingga iblis tidak bisa menyerang kita. Saat kita menghormati nama Tuhan dan tidak menyebut dengan sembarangan bahkan tidak mengganti nama Tuhan, artinya kita mendapatkan benteng perlindungan dan menara pertahanan (Amsal 18: 10). Tuhan menaruh kita di tempat tinggi, yang tempat yang tidak bisa dicapai oleh kuasa jahat. Karena itu, biarlah kita mengawali tahun dengan sikap hati yang diubahkan.

Ada orang yang mengira uang bisa menjadi tempat perlindungan. Padahal firman Tuhan jelas menuliskan bahwa uang bukanlah tempat perlindungan yang kokoh. Karena, Tuhan bisa menghabiskan dalam satu malam (Lukas 12: 15-20). Kita banyak tahu, tetapi tidak memraktekkannya, sehingga kita tidak bisa membangun tempat perlindungan yang kokoh. Bila kita suka menyepelakan firman Tuhan, arti akan banyak celah yang terbuka sehingga setan dengan mudah akan menyerang kita. Contohnya, kita sudah dibukakan tentang perayaan natal yang berkaitan dengan banyak berhala, tetapi tetap saja dilakukan. Padahal sebenarnya kita sedang menyakiti hati Tuhan. Karena itu, kita harus waspada terhadap berhala-hala zaman ini. Contoh lainnya, hal-hal yang berkaitan dengan pornografi.

Setiap orangtua kadang merasa jengkel pada anaknya yang tidak mau patuh. Juga, Bapa di surga mungkin akan jengkel karena kita tidak mau mendengarkan perintah-Nya. Kadang-kadang disentil dan dipukul hingga akhirnya hari murka Tuhan akan datang. Seperti, Herodes yang senang mendengarkan khotbah-khotbah Yohanes Pembaptis dan hatinya menjadi tidak enak, tetapi dia tidak bertindak. Bila kita tidak membangun tempat perlindungan, setan akan dengan gampang menyeret kita.

Mengapa manusia sulit untuk menaati Tuhan?

Pertama, karena manusia tidak mengenal Tuhan sehingga tidak bisa menempatkan dirinya. Akhirnya, merasa lebih pintar dari Tuhan, sombong, dan meremehkan Tuhan. Contohnya, saat manusia membangun menara Babel. Padahal kita ini hanya debu di hadapan Tuhan. Ke dua, karena tidak takut akan Tuhan. Contohnya, orang tetap berbuat dosa, meskipun tahu akibatnya. Padahal firman Tuhan menjelaskan bahwa orang yang takut akan Tuhan akan mengalami perkara-perkara luarbiasa (Mazmur 112). Ke tiga, karena kedagingan yang kuat. Karena itu, kita harus mematikan kedagingan itu. Caranya dengan berpuasa, banyak berdoa, dan melakukan firman Tuhan. Dan, Tuhan Yeshua mengatakan bila kita ingin mengikuti Dia, kita harus menyalibkan kedagingan. Jangan terus mengumbar nafsu kedagingan. Sebab, salah satu dosa yang akan menyeret kita ke dalam dosa-dosa yang lain di akhir zaman adalah dosa seks. Termasuk dalam hal makanan.

Kesimpulan

Kita sudah tidak bisa main-main lagi dalam menjalani kehidupan ini. Karena itu, kita harus membangun tempat perlindungan Tuhan dan belajar menaati Tuhan. Kalau ingin mengalahkan kedagingan, salah satu caranya belajarlah berpuasa. Biarlah setiap kita memeriksa diri kita. Berapa banyak firman yang sudah kita tahu dan mengerti dan apakah hidup kita sudah sesuai dengan firman Tuhan? Biarlah kita memacu diri untuk berada di tempat perlindungan Tuhan dan melakukan hal yang berkenan di hadapan Tuhan sampai waktu kita habis di dunia.

Posted on January 16, 2018 in Sermon

Share the Story

Back to Top