THE TEN VIRGINS

Markus 4: 9-12

Oleh: Bp. Sony  Hartanto

 

Tuhan Yeshua memberikan perumpamaan supaya pengajaran-Nya lebih mudah dimengerti. Namun, ada hal yang berbeda ketika Tuhan Yeshua menyampaikan tentang perumpaan sepuluh gadis. Para murid-Nya bisa memahami perumpamaan itu karena paralel atau berhubungan dengan Kitab Suci. Namun, orang yang di luar para murid akan sulit memahami perumpaaan tersebut. Karena, mereka belum mengenal dan belum percaya pada Tuhan yeshua.

Karena itu, agar kita bisa memahami dengan benar makna perumpaan lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh; kita perlu mengerti lebih dulu tentang tradisi perkawinan yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi.

Tradisi Perkawinan Orang Yahudi

Sebelum melakukan pernikahan ada tahapan-tahapan yang dilakukan oleh para mempelai, antara lain:

  1. Orang tua mengatur rencana pernikahan, yang kita kenal dengan istilah lamaran.
  2. Proses pertunangan.
  3. Pihak mempelai pria akan kembali ke rumah orang tuanya dan melakukan persiapan agar bisa hidup sebagai suami istri di rumah ayahnya. Sedangkan, pihak mempelai wanita akan berdiam diri atau menguduskan diri atau introspeksi diri selama lebih kurang 9 bulan. Juga, menyiapkan dan menjahit baju pengantin.
  4. Upacara pernikahan.

Menjelang upacara pernikahan mempelai pria akan ditanya oleh orang-orang di sekitarnya kapan akan menjemput mempelai wanita. Dan, selalu dijawab “ tidak tahu.” Sebab, yang tahu hanya ayahnya mempelai pria.

Saat mempelai pria datang, akan terdengar teriakan, “Mempelai datang!” dan bunyi sofar.

Beberapa Kata Penting

Ada beberapa kata yang penting dalam perumpamaan sepuluh anak dara, yakni: mempelai laki-laki, perjamuan kawin, lama tidak datang-datang, mengantuk, tengah malam, bijaksana, bodoh, pelita dan terang; minyak, penjual minyak, hampir padam, dan 10 gadis.

Hal penting yang perlu kita ketahui adalah tentang mempelai yang lama dan tidak kunjung datang (Matius 25: 5), dapat kita bandingkan dengan peristiwa yang dialami oleh orang Israel pada masa lampau. Saat orang Israel merasa Musa terlalu lama di Gunung Sinai dan tidak turun sehingga mereka membuat lembu Emas (Kel 32;1 ). Juga, peristiwa Saul yang mempersembahkan korban, meskipun bukan tugasnya. Saul merasa terdesak melawan Filistin. Dan, Samuel belum datang, meskipun akhirnya Samuel datang tepat setelah Saul memersembahkan korban ( 1 sam 13 : 8-14 )

  • Kita bisa belajar bahwa hal yang harus diwaspadai bukan soal tanda-tanda kedatangan-Nya, tetapi soal waktu yang seakan-akan lama, yang tidak kunjung datang. Ini merupakan jebakan yang dapat membuat lengah, sehingga tidak bisa bertemu dengan “mempelai pria.”

Bijaksana dan Bodoh

  1. Orang yang bijaksana

‘Bijaksana’ berasal dari bahasa Yunani, phronimos, yang artinya bijaksana, hati-hati. Jadi, orang yang bijaksana, adalah orang yang mendengar dan melakukan perintah Tuhan. Atau, dengan kata lain orang yang taat (Maz 19 : 7, Mat 7: 24).

  1. Orang yang bodoh

Kata ‘bodoh’ berasal dari bahasa Yunani, moros, yang artinya tumpul, bodoh. Jadi, orang yang bodoh adalah orang yang tidak taat. Mereka adalah orang yang membenci perintah dan didikan Tuhan. Juga, membenci Torah (Amsal 1: 7, Amsal 10: 8, Matius 7: 26). Orang yang bodoh bukan tidak tahu firman, melainkan mereka tahu. Namun, tidak melakukannya.

Pelita dan Terang

Yang dimaksudkan pelita, adalah  firman Tuhan (Torah). Dan, terang itu adalah Tuhan Yeshua (Torah yang hidup dan menjadi daging)

Minyak

Minyak adalah gambaran kerinduan kita untuk melakukan kehendak Tuhan dan perintah-Nya dengan ketaatan yang tulus (Imamat 24 : 2, Kel 27: 20-21). Minyak yang dipakai untuk menyalakan pelita biasanya berasal dari buah zaitun.

Pohon Zaitun adalah pohon yang menghasilkan buah yang bermanfaat. Gambaran ‘buah’ adalah kualitas hidup yang dihasilkan oleh orang percaya. Tidak hanya dalam pengertian yang benar tentang firman Tuhan, tetapi juga dalam menaati dan mempraktikkannya. Melakukan perintah Tuhan, akan membawa kita masuk dalam proses pembentukan di segala aspek kehidupan kita.

Hubungan kita dengan buah Zaitun, seperti cabang asli yang dipatahkan dan tunas liar dicangkokkan pada pohon Zaitun (Roma 11: 7). Karena itu, kita bisa mengerti maksud firman Tuhan dalam Imamat 24: 2, “Perintahkanlah kepada orang Israel supaya mereka membawa kepadamu minyak zaitun tumbuk (kesukaran/proses karena melakukan perintahNya), yang tulen (kerinduan untuk melakukan firman dengan taat) untuk lampu (perintah Tuhan) supaya lampu (Torah) dapat dipasang (melekat) dan tetap menyala (terus menerus).

Sebelum, Tuhan Yeshua disalibkan, Dia berdoa di taman Getsemani. Yang artinya, tempat pemerasan/penghasil minyak.

Spiritualy Alert

Setelah, melihat dan memahami perumpaan sepuluh gadis, ada hal yang perlu kita perhatikan, yaitu:

  1. Fokus dalam hubungan pribadi kita dengan Tuhan di Secret Place. Artinya, ini bukan sekadar berdoa dan datang ke gereja, melainkan kita harus punya hubungan yang intim dengan Tuhan.
  2. Fokus membangun manusia roh kita.
  3. Melatih ketaatan kita dalam mendengar dan melakukan perintah-Nya.
  4. Masuk dalam hadirat Tuhan
  5. Berjalan dalam kerendahan hati.

KESIMPULAN

Kita harus mewaspadai situasi yang sepertinya Tuhan tidak datang-datang dengan terus berjaga-jaga. Sebab, Tuhan tidak datang segera, tetapi datang dengan cepat.

Posted on October 31, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top