Tuhan Inilah hidupku

Mrs. Lokky S. Tjahja

Ada sebuah lagu lama yang menceritakan tentang dua jalan, yaitu jalan lebar dan jalan sempit. Jalan lebar akan berujung kepada kebinasaan, sedangkan jalan sempit akan berujung mendapatkan kemuliaan. Banyak orang berpikir bahwa kemuliaan adalah keadaan penuh berkat, menjadi terkenal, kaya, dll. Benarkah kita sungguh-sungguh mau berjalan di jalan yang sempit?

Syarat Mengikut Tuhan Yeshua (Matius 16: 21-28)

  1. Melewati jalan yang sempit (Matius 16:23-24)

Mayoritas sifat manusia, seperti Petrus. Berpikir bahwa, Tuhan di dalam kebaikan-Nya selalu memberikan hal-hal yang enak dan menyenangkan. Namun, kita harus tahu apa panggilan kita hidup di tengah dunia ini. Dan, setiap kita pasti menginginkan untuk kembali ke surga. Namun, kita tidak bisa mencapai tujuan itu, bila jalan yang kita tempuh keliru. Kita tahu jalan menuju ke surga adalah jalan yang sempit dan pintunya sesak.

Ayat ini menjelaskan bahwa Tuhan Yeshua memilih jalan yang sempit dan pintu yang sesak untuk menggenapi kehendak Bapa. Dan, Petrus tidak mengerti akan hal ini. Sebab, Petrus tidak mengerti pikiran Tuhan, tetapi hanya mengerti pikiran manusia. Dan, kecenderungan manusia selalu menginginkan hal-hal yang enak, menyenangkan, mewah, nyaman, dan sebagainya.

  1. Melalui banyak kesukaran (Kisah Para Rasul 14:21-22)

Paulus dan Barnabas sedang menguatkan iman murid-murid yang lain bahwa mereka harus melalui banyak kesukaran. Dan, kita pun akan menghadapi kesukaran-kesukaran. Namun, banyak orang tidak mau dan berusaha menghindari kesulitan. Sebab, jalan-jalan yang ada di dunia ini berbeda dengan jalan-jalan yang Tuhan kehendaki. Sering, kita ingin menjadi seperti tokoh-tokoh iman, misalnya Abraham dan Yusuf, hidup berkelimpahan harta. Namun, apakah kita mau menjalani proses yang harus dilalui dan harga yang harus dibayar oleh Abraham (pernah menyerahkan dirinya untuk dibakar hidup-hidup dan kesukaran lainnya) atau Yusuf (dibuang, dijual, difitnah, dipenjara, dan penderitaan lainnya).

Kristen Kapal Pesiar atau Kapal Perang

Orang Kristen zaman sekarang sering menganggap gereja, seperti kapal pesiar. Mencari yang enak-enak dan menyenangkan. Misalnya, apakah acara gereja atau pujian penyembahannya cukup memukau dan membuat kita terhibur? Apakah khotbah di gereja bisa membuat kita nyaman? Apakah kita dilayani dengan baik selama di gereja?

Seharusnya, hidup orang percaya seperti di kapal perang. Ditebus untuk menjadi tentara-tentara Kristus yang dilatih dan diperlengkapi oleh Tuhan. Yang siap sedia dan berdiri teguh atas iman dan kebenaran firman Tuhan. Yang mau berkontribusi dan berdedikasi dengan melayani di gereja. Yang tunduk kepada Sang Komandan Agung, yaitu perintah-perintah Tuhan Yeshua. Yang saling mendukung dan saling menopang di antara saudara seiman. Punya hati untuk jiwa-jiwa yang terhilang dan rela berkorban.

Kenyataannya, banyak orang tidak mau melayani Tuhan karena tidak mau menyangkal keinginan daging dan mengorbankan waktu-waktu untuk memuaskan kepentingan pribadinya. Banyak orang tidak bisa taat kepada firman Tuhan, karena mereka tidak mau masuk dalam kesukaran. Begitu sukar bagi manusia zaman sekarang untuk melakukan perintah Tuhan.

Belajar dari murid-murid Tuhan Yeshua

Murid-murid Tuhan Yeshua adalah orang-orang yang punya hati sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, bahkan mereka buktikan kehilangan nyawa dengan cara yang sangat tersiksa. Sedangkan, anak-anak Tuhan zaman sekarang disibukkan dengan hal-hal yang tidak penting. Seharusnya kita malu melihat betapa besar pengorbanan dan kasih yang dilakukan oleh murid-murid Tuhan Yeshua dan para rasul. Mereka mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Mereka mengakhiri hidupnya di dalam kemuliaan yang sesungguhnya. Kemuliaan sejati dari Tuhan, bukan tentang rumah mewah, mobil banyak, dan sebagainya; melainkan tentang iman yang teguh dan setia apa pun yang dihadapi.

  1. Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Etiopia.
  2. Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya.
  3. Lukas mati digantung di Yunani, setelah dia berkhotbah di sana kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.
  4. Yohanes direbus atau lebih tepatnya digoreng di dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih menyelamatkannya sehingga keajaiban terjadi. Walaupun dia telah digoreng hidup-hidup dia tetap hidup. Namun akhirnya, dia dibuang dan diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara di sana. Pada saat dia berada di sana, dia mendapatkan ilham menulis injil. Lalu, dia dibebaskan dan menjadi Uskup di Edessa (Turki). Dia adalah satu-satunya murid Tuhan Yeshua yang bisa mencapai usia lanjut dan bisa meninggal dunia dengan tenang.
  5. Petrus telah disalib dengan kepala di bawah. Kayu salib untuk Petrus dipasangnya berbeda, yaitu secara huruf X. Karena itu adalah permohonan yang dia ajukan sebelum disalib, sebab dia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Tuhan Yeshua .
  6. Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yeshua dan pemimpin gereja di Yerusalem, dilempar ke bawah dari puncak bubungan Bait Elohim, di tempat yang sama ketika si setan dahulu membawa Tuhan Yeshua untuk digoda. Dia meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tinggi tersebut.
  7. Yakobus anak Zebedeus adalah seorang nelayan dan ia adalah murid pertama yang dipanggil untuk ikut Tuhan Yeshua. Dia dipenggal kepalanya di Yerusalem. Pada saat-saat disiksa pun, dia tidak pernah menyangkal Tuhan Yeshua, bahkan berusaha untuk berkhotbah terus. Tidak hanya kepada para tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yang menghukum dan menyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya, orang Romawi yang menjadi penjaga dan penyiksa itu, turut bertobat. Penjaga Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat dia dihukum penggal, bukan untuk menyaksikannya, melainkan untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat menjalani hukuman mati, dia berlutut di samping Yakobus sambil berdoa. Itu, adalah doanya yang terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai pengikutnya.
  8. Bartolomeus yang lebih dikenal sebagai Natanael, menjadi misionaris di Asia, antara lain dia memberikan kesaksian di Turki. Dia meninggal dunia di Armenia, setelah mendapat hukuman dari pukulan cambuk yang sangat kejamnya hingga semua kulitnya menjadi hancur terlepas (membeset).
  9. Andreas juga disalib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum dia meninggal, dia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Mereka bermaksud memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yang turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah diucapkan oleh Andreas sebelum meninggal dunia: “Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul bahwa saya bisa turut merasakan happy hours dengan disiksa dan disalib seperti Tuhan Yeshua.” Bahkan, pada saat disiksa pun; tiada henti-hentinya dia berkhotbah selama dua hari sebelum ajalnya tiba. Berkotbah sambil dihukum cambuk.
  10. Rasul Thomas mati ditusuk oleh tombak di India.
  11. Yudas saudaranya dari Tuhan Yeshua dihukum mati dengan panah, karena dia tidak bersedia untuk mengingkari Tuhan Yeshua.
  12. Matias, pengganti Yudas Iscariot mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.

Dan, PAULUS disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya, dipenggal kepalanya oleh Kaisar Nero di Roma pada tahun 67. Paulus adalah orang yang paling lama mengalami masa siksaan dipenjara. Dan, Kebanyakan surat-surat dari Rasul Paulus dibuat dan dikirim dari penjara. Dan, masih banyak martir-martir Tuhan yang mengalami siksaan dalam hidupnya.

Kesukaran manusia zaman sekarang

Namun, bagaimana dengan kita? Hanya karena tersinggung saja, sudah tidak mau melayani Tuhan. Hanya karena tidak mau kekurangan untung, kita tidak bersedia meluangkan waktu lebih untuk Tuhan. Kesukaran manusia zaman sekarang biasanya berkaitan dengan ego dan keduniawian. Hanya karena masalah lidah dan selera, kita lebih memilih tidak menaati Tuhan soal makanan. Enggan ikut ibadah Sabat, karena tidak mau capek atau di gereja lebih lama untuk melayani Tuhan. Padahal, harga yang harus kita bayar belum sampai menumpahkan darah. Hanya memberi waktu saja untuk datang doa estafet, tetapi sering kita tidak rela memberi waktu kita. Berdoa dan berpuasa juga bukan hal yang sulit, karena bila kita tidak melatih diri, kita akan gampang untuk terseret dan tenggelam dalam tipu daya si jahat.

Setan sedang membuai supaya anak-anak Tuhan tidak punya kekuatan saat badai besar datang dan melanda dunia ini. Orang-orang yang hanya mencari kesenangan-kesenangan di dunia, akan tumbang saat kegoncangan terjadi. Seharus, hidup kita dilatih dan diperlengkapi untuk berkontribusi bagi kerajaan Elohim dan berdedikasi kepada Tuhan serta tunduk pada perintah Tuhan.

Tentang Lewiatan (Satan)

Ayub 41: 32 (ILT) atau ayat 23 (LAI) dikatakan bahwa lewiatan membuat jalan yang bercahaya di belakangnya. Lewiatan adalah sejenis naga, yang merupakan lambang satan. Satan membuat jalan yang menampilkan kemuliaan palsu. Melihat jalan yang bercahaya, orang mengira itu adalah jalan kemuliaan. Dan ‘samudera,’ dalam bahasa aslinya t@hown, artinya jurang yang dalam atau kubur. Sedangkan, orang yang berkepala putih; menggambarkan orang yang bijaksana. Jadi, orang-orang yang tertipu oleh satan akan mengira bahwa hal-hal yang indah, yang ditawarkan dunia (jalan bercahaya) adalah hal-hal yang menyenangkan. Padahal semua itu akan berakhir pada jurang yang dalam. Mereka beranggapan bijaksana mengejar dunia, padahal akan berakhir dengan maut.

KESIMPULAN

Karena itu, kita perlu berhati-hati. Jadilah bijaksana di hadapan Tuhan dna jangan menyia-nyiakan hidup yang sudah ditebus dengan harga yang mahal, yaitu darah Tuhan Yeshua. Kita perlu mengerti kehendak Tuhan, jangan menghindar bila ada harga yang harus dibayar. Jangan menghindari kehendak Tuhan, meskipun tidak cocok dengan keinginan kita. Mari kita periksa hati kita, sudahkan kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan?

Posted on August 31, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top