Tuhan Penyembuh

Ps. Sunaryadi

Saat ini kita sedang berada di bulan ke tujuh, yaitu Tishri. Kita merayakan rangkain hari raya Sukkot, yang diawali dengan Hari Raya Yom Teruah (peniupan Nafiri), Yom Kippur, dan Sukkot. Esensi dari perayaan ini adalah kita memersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yeshua sebagai raja, hakim, dan penguasa. Saat Tuhan datang di awan-awan, terompet atau nafiri yang terakhir dibunyikan. Dan, kita sebagai orang benar akan diselamatkan dan diubah menjadi tubuh kemuliaan. Juga, Tuhan akan mengumpulkan seluruh orang benarnya dari segala penjuru bumi untuk memerintah bersama-Nya.

Tuhan menginginkan kita semua selamat (tubuh, jiwa, dan roh). Selama kita menantikan keselamatan ini, kita harus menjaga seluruh hidup kita dari segala dosa. Kita juga harus memiliki pikiran dan perasaan sesuai perintah Tuhan. Yang mati dibangkitkan dan bersama yang hidup diubahkan menjadi tubuh kemuliaan, yang tidak bisa sakit. Inilah yang menjadi doa kita. Karena itu, kita harus senantiasa sadar dan membaca tanda-tanda zaman.

Tuhan yang menyembuhkan (Keluaran 15: 26, 1 Pet 2:24)

Tuhan menghendaki setiap kita untuk memiliki tubuh yang sehat dan tidak sakit. Karena itu, perintah Tuhan adalah kita harus hidup benar dengan melakukan perintah-perintah-Nya. Dan, bilur-bilur Tuhan Yeshua di atas kayu salib akan kita alami dan mendatangkan kesembuhan. Syaratnya, kita mati terhadap dosa dan hidup dalam kebenaran, sehingga bilur-bilur Tuhan akan membuat tubuh kita disembuhkan dan sehat. Janji-janni Tuhan kepada kita yang hidup benar adalah

  1. Memberikan umur yang panjang dan baik (Mazmur 91:16). Karena itu, kasihilah Tuhan (Mazmur 91:14) dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan. Contohnya, kita mau berkomitmen untuk setia kepada Tuhan dan taat melakukan firman Tuhan. Juga, mengasihi Tuhan dengan pikiran kita. Misalnya, memanggil nama Tuhan yang benar.
  2. Memberikan hari-hari yang panjang dan damai sejahtera dalam kehidupan (Amsal 3:1-2). Karena itu, kita tidak boleh melupakan Torah Tuhan, bahkan harus menjaganya dengan melakukan setiap ketetapan-ketetapan Tuhan.
  3. Menambah hari-hari dan tahun-tahun hidup kita (Amsal 9:10-11). Karena itu, kita perlu hidup takut akan Tuhan. Pengenalan akan Tuhan akan semakin bertambah, bila kita memiliki waktu-waktu bersekutu merenungkan firman Tuhan, berdoa, beribadah, dan melayani.

Jadi, Tuhan akan menyelamatkan mulai dari tubuh, jiwa, hingga roh kita. Dosa kita dihapus, lahir baru dan meninggalkan segala perbuatan dosa yang lama, sehingga pada waktunya tubuh kita akan diubahkan menjadi tubuh kemuliaan. Tahapan menjadi orang benar (justification), adalah bertobat dan mengakui Tuhan sebagai Juruselamat dan dibaptis. Proses menjadi orang benar (Sanctification) adalah mengubah dan membuah pikiran-pikran yang jahat dan dosa (termasuk sakit hati).

Ada orang yang melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh, tetapi tidak menikmati janji Tuhan ini. Contohnya, Walter Hallam seorang hamba Tuhan. Anaknya yang sejak muda sudah melayani Tuhan, mengalami kecelakaan pesawat dan meninggal. Walter Hallam mengalami kesedihan dan bertanya kepada Tuhan seolah Tuhan tidak adil selama 40 hari. Dan, Tuhan menjawab kesedihannya bahwa banyak tokoh-tokoh di Kitab Suci (Yohanes, murid-murid Tuhan, Stefanus, dll) yang meninggal dengan cara yang kejam. Artinya, tidak semua hal buruk yang terjadi itu karena Tuhan tidak adil. Kita tidak bisa mengerti rencana dan kehendak Tuhan. Ada 4 penyebab orang tidak menikmati janji Tuhan di dunia (Lukas 13):

  1. Karena, di dalam dunia ini masih banyak hal-hal perdukunan, penyembahan berhala, dan agama palsu di dunia (ay. 1-3).
  2. Karena, di dalam dunia masih ada kecelakaan, musibah, dan bencana yang berada di luar kendali kita (ay. 4-5).
  3. Karena, tidak mau melayani dan tidak menghasilkan buah-buah kebenaran selama hidup di dunia (ay.6-9).
  4. Karena, ada roh jahat yang menguasai (ay. 10-11). Karena itu, roh-roh jahat yang menyebabkan kesehatan terganggu perlu diusir dengan doa bahkan puasa.

KESIMPULAN

Karena itu, kita harus peka terhadap lingkungan dan masalah di sekitar supaya bisa bertindak bijaksana dengan hikmat. Kita juga perlu memerhatikan beban atau tekanan di dalam roh. Dan, terlebih kita harus peka dengan pimpinan Roh Kudus. Makin banyak waktu berdoa, membaca firman, dan berpuasa akan melatih kepekaan roh kita.

Posted on October 19, 2017 in Sermon

Share the Story

Back to Top